Dulu SMA BM Kejar Murid Baru, Sekarang Tolak Murid Karena Keterbatasan Kelas

NABIRE – Sejak beroperasinya SMA Bhakti Mandala (BM) kurang lebih pada 35 tahun silam, pihak sekolah selalu mengejar untuk mendapatkan jumlah murid baru yang lebih banyak sesuai kebutuhan dan ketersediaan ruangan kelas. Namun sudah satu tahun pelajaran ini, SMA BM tolak menerima murid baru yang banyak.
Penolakan murid baru yang dilakukan pihak sekolah, disebabkan keterbatasan jumlah ruangan kelas. Karena semenjak awal tahun pelajaran 2025/2026 ini, SMA BM Nabire hanya bisa menampung jumlah murid baru sebanyak 90 orang untuk 3 ruangan kelas. Sementara yang mendaftar lebih dari 150 orang.
“Perkelas hanya bisa diisi 30 murid sesuai jumlah ruangan kelas yang tersedia, dan hal ini tidak bisa dipaksakan lagi. Sehingga ada banyak murid pindahan maupun murid baru di awal tahun pelajaran baru lalu tidak bisa diterima pihak sekolah karena keterbatasan ruangan kelas,” kata Kepala SMA BM Nabire, Agustinus Ambadatu, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (18/9/25).
Ditambahkan, mungkin saja animo murid baru masuk SMA BM karena ada pembangunan 4 ruangan kelas berlantai dua dan adanya disiplin pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap hari efektif belajar.
Lanjut Ambadatu, untuk membuat perubahan pada pendidikan, tidak segampang menggoreng kerupuk. Tetapi butuh waktu dan proses panjang untuk mencapai perubahan. Dan perubahan itu tidak mungkin akan datang dengan sendirinya, kalau tidak dari hati setiap orang yang menjadi pemimpin.
Dirinya selaku kepala sekolah dan seluruh dewan guru menilai, SMA BM telah mengalami perubahan. Pihaknya bertekat untuk menjaga perubahan yang ada. Bahkan jika memungkinkan bisa lebih tingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman. Agar ke depan semua murid yang tamat dari SMA BM bisa berguna bagi banyak orang.(des)
Bagikan artikel ini



