NABIRE - Dua putra Kabupaten Dogiyai yang kini menduduki kursi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai patut diberikan apresiasi. Karena sejak terpilih dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati akhir tahun 2012 mampu memperbaharui kembali kondisi Kabupaten Dogiyai seperti semula. Hal demikian dikatakan Pelipus Samuel Magai, S.Pd., Selasa (29/4) kemarin.   Diungkapkannya, pembangunan demi pembangunan dilaksanakan disamping memulihkan kondisi Dogiyai yang hancur karena budaya luar, melalui larangan makan pinang, larangan mengkonsumsi minuman keras (Miras) dan pencabutan ijin perdagangan minuman beralkohol, larangan berpakaian laki-laki/pop bagi perempuan, larangan main judi, main porkas/shio alias togel dan larangan  main perempuan. Katanya, ini semua demi mewujudkan visi dan misi yang dicanangkan keduanya yaitu Dogiyai Dou Enaa.Larangan-larangan oleh Bupati dan Wakil Bupati merupakan dasar/pondasi yang baik untuk generasi muda.Perbaikan-perbaikan yang dilaksanakan oleh kedua putra terbaik Dogiyai, yakni Drs.Thomas Tigi dan Herman Auwe,S.Sos patut diapresiasi oleh semua pihak, baik kalangan masyarakat, pelajar dan mahasiswa, serta kalangan intelektual. “Saya sebagai putra Dogiyai yang berdomisili di Kabupaten Nabire mewakili semua kalangan yang peduli pembangunan Dogiyai sangat mengapresaiasi dan mendukung atas penegasan dan larangan-larangan yang dibuat,” ungkapnya. Pelipus Samuel Magai berkisah, Dogiyai dulu, tete moyang kami memandang baik, indah, rapi an aman sehingga dikatakan lembah hijau.Dogiyai yang terbagi dalam dua daerah besar yaitu Daerah Lembah Kamu dan Daerah Mapia ini dipengaruhi oleh budaya luar. Ketika budaya luar masuk melalui jalan darat maka hancurlah banyak generasi muda Dogiyai dalam arus budaya luar seperti, makan pinang, minum minuman beralkohol (miras), main judi, main togel, menggunakan pakaian laki-laki/pop bagi perempuan, main perempuan sana sini, banyak yang malas sekolah tanpa alasanan yang jelas, maunya jalan-jalan saja sambil makan pinang (baupoo) tanpa tujuan.Padahal orangtua kami tidak pernah ada sejarah seperti itu.Sekian banyak generasi muda yang dipengaruhi itu adalah harapan masyarakat dan tulang punggung pembangunan Kabupaten Dogiyai dimasa mendatang. Pelipus Samuel Magai mengapresiasi karena enaamana keikatena mee wadoo etena kohoka ikaitoo maa...Dogiyai dou enaa niha awena kouko.Dirinya mengharapkan pertama, saudara-saudara yang menegakkan larangan-larangan tersebut harus diperhatikan oleh Pemerintah Dogiyai, bila perlu diberi honor setiap bulan dan jadikan itu menjadi pekerjaan sehari-hari agar mereka tidak bosan untuk mengamankan Dogiyai tercinta bersama suapaya aman dan indah selamanya ( Dogiyai...I Miss You always and I don’tforget you in my life...You always in my heart forever). Kedua, semua laki-laki yang merokok mencoba lepas sedikit demi sedikit agar Dogiyai betul-betul pulih kembali.   Ketiga, larangan-larangan itu dibuat dan ditetapkan menjadi satu Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Dogiyai agar anak cucu dapat menaatinya. (iing elsa)