NABIRE – Dua warga yang dinyatakan sebagai orang dalam pengawasan (ODP) di Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (BLU RSUD) Nabire ikut penerbangan tertanggal 7 Maret 2020 lalu. Karena itu, siapa yang melaksanakan perjalanan hari itu sebaiknya periksakan diri untuk memastikan terpapar tidaknya virus Covid-19.Ketua Tim Gugus Tugas Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nabire, Viktor Fun kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ketika Kunjungan Kerja ke Posko Penanganan Virus Corona di Nabire, Kamis (2/4) di Ruang Media Centre mengatakan dua OPD dari 3 OPD yang terdapat di Nabire, setelah dicek diketahui, satu ODP ternyata ikut penerbangan Lion Air pada pagi hari dan satu ODP lagi ikut Batik Air pada sore hari, pada tanggal 7 Maret.Oleh sebab itu, Ketua Tim Penanganan Virus Corona di Kabupaten Nabire mengajak setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan pesawat pada hari-hari itu agar memeriksakan diri kepada dokter.Menyinggung identitas warga yang terpapar virus corona, Vecky panggilannya ini mengatakan itu rahasia dokter sehingga tidak bisa mengungkapkan identitas warga yang terpapar virus Covid-19 kepada publik. Identitas warga yang terpapar, tidak disebutkan, tetapi dokter/tim medis hanya bisa mengungkapkan temuan warga yang terpapar virus corona, apakah itu statusnya sebagai ODP maupun warga yang positif.Oleh sebab itu, Ketua Tim Penanganan Virus Covid-19 mengatakan, dokter dan tim medis yang terlibat di dalam pengawasan dan pemeriksaan virus Covid-19 tidak akan mengumumkan identitas warga terpapar virus corona.Viktor Fun didampingi Juru Bicara Posko Penanganan virus Corona Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori mengatakan, pengawasan terhadap virus corona sudah dimulai, sebelum jalur hubungan laut dan udara dihentikan sementara. Tim medis telah memeriksa seratus lebih penumpang kapal putih yang turun di Nabire di Pelabuhan Samabusa, sebelum mengembalikan KM Tidar masuk Nabire sesuai Gubernur Papua.Demikian juga halnya dengan di Bandara Nabire. Petugas medis bersama dokter juga memeriksa setiap penumpang yang turun ke Nabire sebelum jalur penerbangan ditutup untuk sementara.Anggota DPRD Kabupaten Nabire, saat tanya jawab meminta kepada Tim Penanganan virus corono tidak hanya memprioritaskan jalur udara dan laut tetapi juga lewat darat, terutama kepada pejalan kaki. Sebab, dari Kabupaten Mimika, warga bisa jalan kaki ke Kabupaten Dogiyai lewat Mapia dan Kapiraya, ke Deiyai melalui jalan trans Deiyai-Mimika. Pengawasan lewat darat juga perlu dilakukan di Kabupaten Paniai dan Intan Jaya. Sebab, ketika ada warga yang terpapar, akan kena imbasnya ke Nabire sebagai tempat rumah sakit rujukan penanganan virus corona. (ans)