NABIRE - Di Kabupaten Deiyai, sejak awal bulan Juni hingga Juli 2019 ini telah terjadi musibah tahunan yang biasa terjadi dalam setiap tahun, yakni lahan pertanian masyarakat dipinggiran Danau Tigi terendam air banjir yang hingga saat ini masih belum stabil, akibatnya curah hujan yang tinggi. Demikian diungkap Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deiyai Melianus Pakage, S.IP, ditemui media ini Jumat (12/7) di Nabire.Dikatakan, ini penyebabnya masalah saluran air Kali Oneibo tertutup dengan sampah, maka air sulit keluar dan terjadi musibah kebanjiran tahunan di waktu musim hujan semua tanaman yang ditanam masyarakat dipinggiran Danau Tigi semua  hangut dan sekarang masyarakat mengalami kesulitan mendapat makanan.Kata Pakage, di Kabupaten Deiyai sedang terjadi luapan air Danau Tigi ini musibah tahunan yang biasa terjadi di Kabupaten Deiyai pada tiap tahun hingga tahun ini terendam air banjir satu setengah hektar lahan pertanian masyarakat di sekitar pinggiran Danau Tigi hingga tanaman semua layu, akibatnya curah hujan yang  tinggi.Akibat kebanjiran yang telah terjadi selama dua bulan itu, semua tanaman pertanian disapu bersih oleh air hingga masyarakat sekarang mengalami kesulitan mendapat makanan, sehingga diharapkan kepada pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dapat melihat secara jerih terhadap masalah tersebut.Sekali lagi kami tak lupa menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait terutama Dinas Pertanian dan BPBD Deiyai harus bekerjasama membangun penyaringan sampah, terutama pembuangan air danau di Kali Oneibo, kemudian membangun tanggul di areal-areal yang berpotensi longsor maupun tempat-tempat yang sudah terjadi longsor terutama disekitar rumah pemukiman masyarakat serta di rumah-rumah tempat umum, sepertinya gereja, sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan lain sebaginya,” pungkasnya. (modes)