SUGAPA - Bidang pertanian di Kabupaten Intan Jaya memiliki posisi yang sangat penting. Karena jika kita berbicara soal kemakmuran, sebuah kabupaten itu makmur atau tidak ukurannya adalah pangan. Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan an Penyuluhan Kabupaten Intan Jaya, Drs. Jerry Jassu, kepada media ini beberapa waktu lalu.   “Ini menjadi fokus kita supaya stok pangan kita yang masih jauh dibawah. Yang menjadi fokus kita, supaya sayur mayur yang dikonsumsi oleh masyarakat dan seluruh pegawai yang ada sudah bisa tersedia. Sehinga kita tidak perlu lagi mendatangkan dari luar. Potensi kita sangat besar hanya saja belum dikelola secara baik,” tuturnya. Terkait dengan hal tersebut, kata Jerry Jassu, pihaknya telah mengangkat sejumlah pegawai honorer Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Tenaga penyuluh ini merupakan ujung tombak untuk keberhasilan pertanian di Kabupaten Intan Jaya kedepan. Pegawai honorer PPL ini kedepan diproyeksikan menjadi tenaga penyuluh tetap untuk daerah. “Selama ini tenaga penyuluh dibiayai dana APBN dikelola secara terpusat dari pusat. Namun untuk kita daerah punya kemampuan sehingga kita bisa membiayai penyuluh-penyuluh tetap untuk daerah. Sehingga secara berkala kapasitas mereka harus ditingkatkan oleh daerah untuk menjadi pegawai tetap,” tuturnya. Disinggung soal peningkatan penyuluh dengan berbagai pelatihan, kata Jerry, tahun ini kita baru mulai action sehingga belum memprogramkan untuk program pelatihan bagi penyuluh. Tetapi hal ini akan diprogramkan di tahun depan. “Tahun ini kita merekrut tenaga dulu. Setelah tenaganya ada, baik Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan maupun Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan sebagai dinas terkait akan melakukan pelatihan secara berkala kepada para penyuluh,” ujarnya. Lebih lanjut dituturkan Jerry Jassu, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah melaksanakan program penyiapan lahan di Kabupaten Intan Jaya. Lahan ini akan digunakan sebagai balai benih percontohan. Pada tahun depan kita sudah memiliki lahan percontohan sehingga di tahun depan kita sudah bisa action untuk dijadikan perkebunan rakyat. “Lahan percontohan yang kita sudah buka itu tepatnya di Kampung Dugusiga Distrik Hitadipa. Masyarakat di daerah itu sangat wellcome dan berterima kasih kepada pemerintah karena tahun ini pemerintah sudah masuk untuk menyiapkan lahan,” tambahnya. Ditanya soal respon pemerintah daerah terhadap keberadaan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Intan Jaya, jawab Jerry Jassu, respon sangat baik. Dirinya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya karena telah fokus dan konsen terhadap badan yang baru ini. “Kita kerja dan apapun juga akan kembali ke perut. Kita harus makan, dan yang mengurus soal makan adalah Badan Ketahanan Pangan ini. Perhatian pemerintah daerah sangat besar, kita dikasih dana yang cukup untuk melaksanakan program kerja badan di tahun pertama terbentuknya badan ini,” tuturnya. Berbicara soal swasembada pangan, lanjut Jerry, swasembada pangan itu menjadi mimpi kita di Kabupaten Intan Jaya. Ke depan kita harus bisa swasembada pangan khusus untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Intan Jaya sehingga kita tidak lagi tergantung dari luar. “Sekarang ini kita punya ketergantungan yang cukup besar pasokan dari luar. Padahal potensi kita ada, hanya belum disentuh dengan cara modern tetapi masih diolah secara tradisional. Langkah pertama, bagaimana agar sayur itu banyak di pasar. Karena sekarang kalau kita ke pasar sayur sedikit padahal masyarakat yang perlu banyak dan pegawai yang ada di sana pun sudah semakin banyak,” katanya.   Sebenarnya, kata Jerry, sayur ada tetapi tidak menghasilkan hasil optimal. Seperti misalnya sayur kol ada tetapi ringan dan tidak sama dengan sayur kol yang dari luar. Sayur kol di Intan Jaya ringan karena tidak subur, belum disentuh dengan teknologi, bagaimana bercocok tanam yang baik oleh para petani, bagaimana kedalaman tanam, jarak tanam. Hal-hal semacam ini mejadi tugas kita untuk memberitahukan ke para petani agar menghasilkan panen yang lebih baik lagi ke depan. (ros)