NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire sukses melaksanakan program penyaluran bantuan Sembako bagi masyarakat. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap warga yang telah aktif menyukseskan program Keluarga Berencana (KB), khususnya para ibu yang telah menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang atau implan pada tahun anggaran 2025.

Penyaluran bantuan ini bersumber dari dua pos anggaran yang berbeda, yakni Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemanfaatan kedua sumber dana ini dilakukan untuk memastikan jangkauan bantuan yang lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Nabire, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun pedalaman.

Untuk bantuan yang bersumber dari dana Otsus, penyaluran difokuskan secara spesifik kepada Orang Asli Papua (OAP), khususnya para ‘Mama-Mama Papua’. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk afirmasi dan perhatian khusus pemerintah terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga asli Papua yang telah berkomitmen dalam program perencanaan keluarga.

Sementara itu, bantuan yang berasal dari dana PAD memiliki cakupan yang lebih fleksibel. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat umum, yang mencakup baik warga OAP maupun non-OAP. 

Dengan adanya dua skema ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai peserta KB dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah.

Komposisi paket Sembako yang dibagikan pun disesuaikan dengan ketersediaan anggaran masing-masing. Untuk paket dari dana PAD, warga menerima beras, minyak goreng, kacang hijau, kacang merah, gula, garam, susu dan telur. Sedangkan untuk paket dana Otsus, berisi komoditas penting seperti beras, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, tepung, gula dan garam.

Kepala Bidang KB DPPKB Kabupaten Nabire, Selvius Iyai, S.IP, menjelaskan kegiatan ini telah dilaksanakan sejak minggu lalu dengan menyisir berbagai distrik. Lokasi penyaluran menjangkau wilayah geografis yang cukup menantang, mulai dari kawasan pesisir pantai hingga masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan Kabupaten Nabire.

"Penerima manfaat dari dana Otsus tercatat sebanyak 350 orang, sedangkan untuk penerima yang bersumber dari dana PAD berjumlah lebih banyak, yakni mencapai 560 penerima manfaat," ujar Selvius Iyai saat ditemui di sela-sela waktu istirahat kantor di sebuah restoran, Rabu (11/02/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Selvius juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nabire yang telah memberikan dukungan penuh melalui penganggaran di DPPKB Kabupaten Nabire, khususnya pada bidang KB, sehingga program ini dapat berjalan lancar.

Pihak DPPKB berharap melalui pemberian Sembako ini, masyarakat semakin termotivasi untuk terus mendukung program KB demi mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera. Program ini juga menjadi bukti transparansi pengelolaan dana daerah yang langsung menyentuh kebutuhan pokok masyarakat di tingkat bawah.(sam)