NABIRE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire resmi meluncurkan rancangan proyek perubahan bertajuk ‘Siap Tebas Stunting’ atau Sistem Informasi Data Terpadu untuk Percepatan Bebas Stunting.

Kepala DPPKB Kabupaten Nabire, Syarifudin, S.P., kepada media ini Senin (13/07/2026), menjelaskan inovasi ini hadir untuk membenahi tata kelola data yang selama ini masih tersebar dan belum terintegrasi antar instansi. 

“Sistem ini mengintegrasikan data keluarga, kesehatan dan sosial dalam satu platform untuk memastikan intervensi penurunan stunting tepat sasaran hingga ke tingkat kampung,” ujar Sarifudin saat memberikan sambutan di Aula DPPKB Nabire.

Syarifudin menambahkan, proyek ini akan diuji coba di dua lokasi, yakni Distrik Nabire dan Distrik Nabire Barat. “Kami berharap sistem ini dapat meminimalisir kendala perbedaan data lintas sektor serta memperkuat peran kader dan keluarga dalam pencegahan stunting secara real-time,” tambahnya.

Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang hadir sebagai mentor sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. 

“Saya sangat mendukung proyek perubahan ini, apalagi kita ketahui Nabire sebelumnya telah dinobatkan sebagai yang terbaik dalam percepatan penurunan angka stunting di antara delapan kabupaten,” tegas Burhanuddin.

Dalam sambutannya, wakil bupati menegaskan keberhasilan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. “DPPKB tidak bisa berdiri sendiri, begitu juga dinas Kkesehatan atau dinas sosial. Ini adalah proyek unggulan bapak presiden, sehingga kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi lewat sistem ini harus berjalan maksimal,” imbuh Burhanuddin.

Proyek perubahan ini merupakan bagian dari tugas peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II asal Kabupaten Nabire. “Tahun ini Pemkab memberangkatkan 10 orang pimpinan OPD untuk mengikuti PKN dan proyek yang dirancang ini sudah melalui tahapan penelitian serta pengujian yang sangat ketat,” jelas wakil bupati.

Selain efisiensi data, sistem ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan anggaran operasional dan administrasi manual. Proyek ini pun dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan Balita di Nabire.

Diharapkan, dengan adanya digitalisasi data ini, tata kelola pembangunan sumber daya manusia di Nabire menjadi lebih berkelanjutan. “Ini adalah langkah nyata mendukung visi Nabire aman, mandiri dan sejahtera, sekaligus selaras dengan Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia,” pungkas Syarifudin.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kominfo Nabire serta kepala distrik yang menjadi lokus proyek. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen sinergi antar instansi dalam menyukseskan program siap tebas stunting. (sam)