NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire menegaskan, program Keluarga Berencana (KB) di tahun 2026 kini lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup manusia. Hal ini dilakukan melalui edukasi masif kepada Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang matang.

“Konsep dasar KB adalah tentang kualitas hidup dan karakter anak. Program KB menekankan pada pengaturan jarak kelahiran, persiapan orang tua baik secara fisik, mental maupun ekonomi, serta pengasuhan intensif pada 1000 hari pertama kehidupan,” kata Kepala DPPKB Kabupaten Nabire, Syarifudin, S.P., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/05/2026).

Syarifudin menjelaskan, edukasi mengenai jarak kelahiran menjadi krusial karena berdampak langsung pada tumbuh kembang anak. Menurutnya, banyak pasangan yang masih menganggap KB hanya sebagai pembatas jumlah anak, padahal esensinya jauh lebih dalam yakni memastikan setiap anak mendapatkan hak pengasuhan yang layak.

“Jarak kelahiran yang terlalu dekat meningkatkan risiko masalah gizi dan membuat anak kurang mendapatkan perhatian. Selain itu, terdapat keterbatasan dalam pembentukan karakter karena orang tua tidak dapat optimal dalam memberikan pengasuhan dibutuhkan di masa emas mereka,” lanjut Syarifudin menjelaskan dampak risiko medis dan psikologis.

Sebagai langkah konkret di tahun 2026, DPPKB Nabire menerjunkan penyuluh lapangan untuk memberikan pendampingan langsung kepada keluarga. Fokus utamanya adalah mengubah pola pikir masyarakat agar melihat perencanaan keluarga sebagai investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi emas yang tangguh secara mental.

“Artinya jarak kelahiran berkaitan langsung dengan kualitas pengasuhan untuk pembentukan karakter anak. Jika jaraknya diatur dengan baik, orang tua memiliki waktu dan energi yang cukup untuk mendidik anak secara maksimal,” pungkasnya menutup pembicaraan. (sam)