DPPKB Nabire Fokus pada Perencanaan Keluarga: Bukan Batasi Anak, Tapi Tingkatkan Kualitas Generasi

NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan yang humanis. “Pola DPPKB Kabupaten Nabire mengikuti pola nasional ditambah praktik lokal yang sudah berjalan,” ujar Kepala DPPKB Kabupaten Nabire, Syarifudin, S.P., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/05/2026).
Langkah utama yang diambil adalah melalui edukasi langsung KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan metode konseling dan kunjungan rumah. “Penyuluhan ke pasangan usia subur mencakup jarak kelahiran serta dampaknya pada kesehatan anak. Ini penting untuk mengubah mindset bahwa KB bukan pembatasan anak, tetapi perencanaan kualitas generasi,” kata Syarifudin menjelaskan fokus pada pola asuh dan pembentukan karakter.
Selain itu, DPPKB aktif menjalankan program Bina Keluarga Balita (BKB) yang menyasar para orang tua. Program ini dirancang khusus untuk melatih orang tua mengenai pentingnya stimulasi mental dan emosional sejak dini. Menurut Syarifudin, pembentukan karakter anak harus dimulai dari lingkungan keluarga yang paling kecil agar anak tumbuh dengan fondasi mental yang kuat.
Dalam implementasi di lapangan, peran Penyuluh KB (PLKB) diperkuat melalui kunjungan rutin ke kampung-kampung untuk memberikan layanan konseling sebelum dan sesudah menikah.
“Fokus kami membantu keluarga merencanakan kelahiran sesuai kesiapan, bukan membatasi. Kami juga memberikan edukasi kesehatan reproduksi agar pasangan memahami perencanaan keluarga secara matang,” tambahnya.
Pendekatan ini juga diperluas melalui program kampung KB dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh agama setempat guna memberikan sosialisasi yang lebih diterima masyarakat.
Syarifudin menekankan kolaborasi dengan tokoh masyarakat sangat krusial dalam mendiskusikan jarak kelahiran serta peran vital orang tua dalam pembentukan karakter anak di tingkat komunitas.
Menutup keterangannya, Syarifudin menyebutkan seluruh program ini diintegrasikan dengan upaya pencegahan stunting, terutama pada periode Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Intinya, kami berfokus pada mengubah persepsi masyarakat, edukasi berkelanjutan melalui PLKB serta memastikan keterkaitannya langsung pada perbaikan gizi, karakter dan kecerdasan anak Nabire,” pungkasnya. (sam)
Bagikan artikel ini



