DPMPTSP Nabire Buka 65 CV untuk OAP

NABIRE - Dalam sebuah terobosan baru yang bertujuan memberdayakan Orang Asli Papua (OAP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nabire meluncurkan program pembukaan 65 perusahaan Commanditaire Vennootschap (CV) bagi putra-putri daerah. Program ini dibiayai penuh dari dana Otonomi Khusus (Otsus) yang baru pertama kali diterima DPMPTSP Nabire.
Kepala DPMPTSP Nabire, Engel Bertus Magai, S.Pd, pada Senin (29/09/2025), menjelaskan, pihaknya telah menerima alokasi dana Otsus sebesar Rp500 juta.
Dana tersebut langsung diprogramkan untuk membentuk 65 CV bagi OAP, yang menurutnya merupakan program perdana dan saat ini belum berjalan di seluruh Provinsi Papua.
Engel Bertus menyebutkan, bahwa proses pendataan untuk 65 calon pemilik CV ini sudah rampung. "Data sudah selesai, 65 orang ini. Kemudian, akta notaris surat berbadan hukum, ini semua sudah ada, 65 orang ini. Data sudah lengkap. Nama, papan nama, semua sudah selesai," ujarnya, menegaskan kesiapan administrasi awal.
Pada hari Senin, 29 September 2025, para peserta sudah mulai mengantri untuk mengisi biodata dalam rangka pembukaan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. Proses pendaftaran NPWP ini dijadwalkan berlangsung hari itu, besok dan lusa, menandai dimulainya tahapan akhir legalisasi perusahaan.
Setelah seluruh NPWP perusahaan selesai, tahapan selanjutnya adalah pendaftaran perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). "Kalau NPWP ini selesai, maka kita akan daftar lagi OSS," kata Engel Bertus, menargetkan proses perizinan ini dapat diselesaikan dengan cepat.
Program ini selanjutnya akan melibatkan pemberian materi pembekalan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 7 dan 8 Oktober di Aula RRI Nabire. Peserta akan diberikan materi selama dua hari untuk memperkuat kompetensi mereka dalam menjalankan perusahaan.
Tujuan utama dari pembukaan 65 CV ini adalah untuk memastikan OAP dapat memiliki perusahaan sendiri dan tidak lagi bergantung pada CV milik pihak lain.
Engel Bertus menyoroti praktik umum di mana OAP yang mendapat pekerjaan justru menggunakan CV orang lain dengan biaya tinggi, sehingga keuntungan mereka tergerus.
"Kami buka CV ini tujuannya, kadang-kadang mereka dapat pekerjaan tetapi mereka ambil CV orang lain. Keuntungan mereka itu biaya CV. Ada banyak anak-anak seperti itu yang kami kumpulkan. Yang punya pengalaman, mereka itu yang kami kumpulkan," jelasnya.
Engel Bertus menegaskan bahwa seluruh proses ini merupakan ‘program satu pintu’ dan sumber dananya sepenuhnya berasal dari dana Otsus. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memberdayakan ekonomi OAP melalui legalisasi dan pembinaan usaha.
Program pembukaan 65 CV ini menjadi yang pertama kali dilakukan dan didanai Otsus di DPMPTSP Nabire, sekaligus menjadi pionir di Provinsi Papua. Hal ini diharapkan menjadi model pemberdayaan OAP yang berhasil, memberikan modal legalitas usaha bagi anak-anak daerah agar dapat bersaing dan mandiri secara ekonomi.(sam)
Bagikan artikel ini



