DPMK Matangkan Persiapan Pelatihan ‘TEKAD'

NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire menerima kunjungan dari tim Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pada Rabu (17/06/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala DPMK Nabire tersebut dilakukan untuk membahas koordinasi strategis terkait program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang akan segera dilaksanakan.
Kepala DPMK Kabupaten Nabire, Pilemon Madai, S.Th., M.Th., menjelaskan kehadiran pihak kementerian bertujuan untuk mematangkan persiapan kegiatan pelatihan yang akan menyasar 10 kampung lokus di Kabupaten Nabire.
“Hari ini kami kedatangan tamu dari Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, khususnya mereka yang membidangi transformasi ekonomi kampung terpadu. Kedatangan mereka untuk membahas persiapan pelatihan di 10 lokus kampung yang ada di Kabupaten Nabire,” ujar Pilemon.
Pilemon merinci, 10 kampung yang menjadi sasaran program tersebut tersebar di lima distrik. “Untuk Distrik Nabire ada Kampung Kali Susu dan Kali Harapan, Distrik Nabire Barat ada Kampung Gerbang Sadu dan Bumi Raya serta Distrik Wanggar ada Kampu Wiraska dan Wanggar Sari. Selanjutnya di Distrik Uwapa ada Kampung Topo dan Gamei Jaya, terakhir Distrik Teluk Kimi mencakup Kampung Samabusa dan Lani,” jelasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Pilemon mengungkapkan program ini akan dimulai dengan pelatihan bagi para calon pelatih di tingkat kabupaten yang rencananya akan dipusatkan di Jayapura. “Rencana pelatihan bagi pelatih akan dilaksanakan di Jayapura pada 24 hingga 27 Juni 2026 mendatang,” tambahnya.

Setelah pelatihan mendapatkan pembekalan di Jayapura, mereka nantinya akan langsung diterjunkan untuk memberikan pelatihan literasi keuangan di tingkat kampung pada bulan Juli.
Pilemon menegaskan, pihaknya kini fokus menyiapkan segala kebutuhan pendukung agar agenda tersebut berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak kementerian.
“Kami harus mempersiapkan berbagai hal lebih awal, mulai dari penentuan peserta, penyediaan alat-alat pelatihan hingga lokasi pelaksanaan yang harus disiapkan jauh-jauh hari. Koordinasi hari ini sangat krusial agar kami bisa melengkapi apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan kegiatan di 10 lokus tersebut,” ungkap Pilemon saat ditemui di ruang kerjanya.
Selain Kabupaten Nabire, program ini juga menyasar Kabupaten Dogiyai sebagai lokus di Provinsi Papua Tengah. Pilemon menuturkan, pihak DPMK Nabire siap memfasilitasi pertemuan antara pihak kementerian dengan Pemerintah Kabupaten Dogiyai guna menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan program tersebut agar berjalan seragam di kedua wilayah.
“Besok kami akan memfasilitasi pertemuan antara tim kementerian dengan perwakilan dari Kabupaten Dogiyai di kantor kami. Karena di Provinsi Papua Tengah ada dua kabupaten yang menjadi lokus, yakni Nabire dan Dogiyai, maka hari ini dan besok kami bahas agenda yang sama agar ke depan semua persiapan dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkas Pilemon. (sam)
Bagikan artikel ini



