NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai mendistribusikan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat untuk Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan (Suksel) melalui udara dengan helikopter dari Moanemani.

Sementara itu, lima distrik lainnya, seperti Distrik Kamu Selatan, Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat dan Kamuu hingga kini belum menerima bantuan pemerintah daerah berupa beras dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Dogiyai, Nelson Manik saat dihubungi, Rabu (8/7) malam mengatakan pemerintah tengah menyalurkan bantuan berupa cadangan beras pemerintah ke Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan dengan helikopter dari Moanemani.

Manik menjelaskan, semula pemerintah merencanakan penyaluran CBP untuk dua distrik ini dari Nabire tetapi, pihak Heli mengatakan lebih hemat dari Moanemani.

Karena, dari Nabire hanya bisa tiga kali pelayanan ke dua distrik, dibanding dari Moanemani bisa 6 kali. Oleh sebab itu, disepakati distribusi CBP lewat udara dari Moanemani dengan menggunakan heli.

Namun demikian, penyaluran bantuan berupa beras ke Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan belum tersalur semuanya.

Karena terkendala dengan kondisi cuaca.

Ketika ditanya, lima distrik yang menolak untuk menerima bantuan Pemkab Dogiyai dimasa pandemi Covid -19, Manik mengatakan, hingga kini  belum disalurkan.

Bantuan CBP untuk lima distrik yakni, Distrik Kamu, Kamu Selatan, Mapia, Mapia Tengah dan Mapia Barat belum disalurkan. Pada saat penyaluran bantuan pemerintah di tengah masa pandemi corona, sebulan lalu, masyarakat dari 7 distrik menolak untuk menerima hanya beras.

Masyarakat menghendaki bantuan pemerintah di tengah wabah corona, tidak hanya beras tetapi bantuannya bersama-sama dengan bantuan lain seperti BLT, BST dan paket Sembako.

Penolakan masyarakat beraksi dengan memalang jalan, menolak kendaraan yang mengangkut bantuan beras tersebut ke distrik dengan tuntutan, masyarakat tidak mau terima hanya beras karena soal makanan pokok saja, warga bisa tanggulangi dengan makan lokal hasil olahan lahan warga.

Masyarakat dari lima distrik tersebut menuntut distribusi beras bantuan pemerintah kabupaten bersama dengan bantuan paket Sembako, alat kerja dan bantuan adari pemerintah pusat berupa BLT dan BST.(ans)