NABIRE — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire terus memperkuat pelayanan kebersihan dengan mengoptimalkan pengangkutan sampah di sembilan kelurahan dan dua kampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan persoalan sampah di wilayah perkotaan dapat ditangani secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kabupaten Nabire, Tauhid Fabanyo, S.T., mengatakan pengangkutan sampah hingga kini terus berjalan sebagai bagian dari pelayanan rutin kepada masyarakat.

“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup terkait penanganan sampah yang ada di Kabupaten Nabire, sampai saat ini masih melakukan kegiatan rutinitas terkait pengangkutan sampah di sembilan kelurahan dan dua kampung,” ujar Tauhid saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).

Untuk mendukung pelayanan tersebut, DLH Nabire mengerahkan berbagai jenis armada dengan kapasitas angkut yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. Armada yang digunakan antara lain amroll, dump truck, alat berat, hingga compactor truck.

Tauhid menjelaskan, setiap armada memiliki kapasitas sekitar enam hingga tujuh meter kubik atau setara lebih dari dua ton sampah dalam satu kali rit pengangkutan.

“Kami memaksimalkan armada yang ada dengan unit yang berbeda-beda. Ada amroll, dump truck, beberapa alat berat, dan satu truck yang dikhususkan untuk mengangkut sampah yaitu compactor truck,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh armada yang tersedia terus dioptimalkan oleh Bidang Persampahan dan Limbah B3 untuk mendukung kebersihan wilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dapat Tambahan Armada

Upaya memperluas pelayanan kebersihan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Pada tahun anggaran 2026, DLH memperoleh tambahan satu unit kendaraan amroll beserta lima kontainer sampah.

Tauhid mengatakan tambahan armada tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang selama ini belum mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah secara maksimal.

“Kami merasa terbantu dengan adanya penambahan satu unit lagi tahun ini melalui Pemerintah Kabupaten Nabire. Kami dari DLH mendapat satu unit kendaraan jenis amroll dan lima kontainer tambahan,” katanya.

Tambahan fasilitas tersebut, lanjut dia, akan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mengurangi titik-titik penumpukan sampah.

Jalur Hijau Jadi Perhatian

Selain pengangkutan rutin, DLH Nabire juga memberikan perhatian khusus terhadap sampah yang masih ditemukan di sepanjang kawasan jalur hijau, terutama mulai dari Oyehe, Jalan Merdeka hingga kawasan Perhubungan.

DLH mengimbau masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di sepanjang kawasan tersebut agar tidak menjadikan jalur hijau sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat yang ada di sepanjang jalan di jalur hijau, mulai dari Oyehe, Jalan Merdeka hingga di Perhubungan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di jalur hijau,” tegas Tauhid.

Untuk kawasan Oyehe, DLH juga telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah guna menyiapkan penambahan kontainer sampah sebagai salah satu solusi mengantisipasi penumpukan sampah.

Kejar Retribusi Persampahan

Di sisi lain, DLH Nabire juga berencana memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pelayanan persampahan.

Penarikan retribusi akan diarahkan pada kawasan yang menjadi titik pelayanan, khususnya di sepanjang jalan utama dan kawasan jalur hijau.

“Untuk penanganan sampah ini juga, kami akan memaksimalkan tarif retribusi PAD di sepanjang area pelayanan kami di pinggir-pinggir jalan, terutama di Oyehe,” ungkapnya.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Siapkan Kendaraan Roda Tiga

Persoalan akses menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan persampahan, terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman yang tidak dapat dijangkau armada berukuran besar.

Untuk menjawab persoalan tersebut, DLH Nabire telah melakukan simulasi penggunaan kendaraan roda tiga sebagai armada pengangkut sampah skala lingkungan.

Kendaraan tersebut akan diarahkan ke kawasan sekitar Pasar Oyehe, termasuk bagian dalam dan luar pasar serta permukiman di belakang sejumlah pertokoan dan kawasan yang sulit dijangkau truk.

“Daerah-daerah yang tidak bisa terjangkau oleh armada truck atau compactor truck nanti akan kami fungsikan roda tiga,” pungkas Tauhid Fabanyo.

Dengan penguatan armada, penambahan kontainer, serta penggunaan kendaraan roda tiga, DLH Nabire berharap pelayanan persampahan dapat semakin merata sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. (sam)