NABIRE - Bertempat di Pantai Nabire, Sabtu (14/10/23) Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertahanan (DLH KP) Provinsi Papua Tengah apel bersama grebek sampah dan pembagian bibit gratis. Kegiatan dipimpin Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM yang diwakili staf ahli Bidang Kemasyarakatan SDM dan Pengembangan Otsus, Ukkas, S.Sos, M.Kp.

Dalam arahan Pj Gubernur Ribka Haluk mengatakan, sampah telah menjadi agenda permasalahan yang dihadapi hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Papua Tengah.

Dengan terbatasanya sarana prasarana dan insfratruktur seperti armada angkutan sampah, Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan permasalahan pengurangan dan penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara optimal.

Untuk itu pengurangan dan penanganan sampah tidak dapat diselesaikan jika hanya bertumpu pada satu institusi saja tampa melibatkan institusi pemerintah lainnya.

Dibutuhkan kolaborasi dan penanganan sampah antar institusi pemerintah baik provinsi dan kabupaten, serta melibatkan masyarakat. Sehingga penanganan sampah dapat dilakukan secara komprehensif dan terintegritas tanpa mengabaikan aspek sosial, aspek ekonomi maupun aspek teknis.

Pada kegiatan grebek sampah dan pembagian bibit gratis ini merupakan satu metode penanganan sampah. Sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat dan semua pihak, lingkungan yang bersih dan terbebas dari sampah adalah hal yang baik serta perlu dilakukan setiap saat. Baik itu di lingkungan keluarga, tempat bekerja dan tempat lainnya.

Pj Gubernur Papua Tengah berharap kegiatan hari ini dapat menumbuhkan kesadaran kepada kita agar tidak lagi membuang sampah pada sembarang tempat. Apalagi di buang ke laut atau ke sungai, jelas prilaku seperti ini akan merusak ekosistim yang ada di laut dan di sungai.

“Kita sadari ada keterbatasan sarana dan prasarana pengangkutan dan penampungan sementara, tetapi hari ini dipastikan bahwa kita sedang melangkah untuk melengkapi sarana dan prasarana tersebut. Sehingga mimpi Kabupaten Nabire yang bebas sampah akan benar-benar terwujud,” ujarnya. 

Ditambahkan Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Nabire, M. Missi, jumlah sampah total keseluruhan 2005 Kg yang terdiri dari sampah organik yang berasal dari pohon pelindung disekitar bibir pantai, rumput dan juga sampah bekas makanan seperti jus buah (kelapa) dan sampah plastik dan kemasan makanan ringan yang dibersihkan di Pantai Nabire. (des/rob)