Ditemukan Beberapa Species di Nabire Terancam Punah
NABIRE – Hasil Inventarisasi dan verifikasi keanekaragamaan hayati yang dilaksanakan Tim Pelaksana Inventarisasi dan Verifikasi Kawasan Dengan Keanekaragaman Hayati Tinggi Diluar Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian AlamDan Taman Buru di Kabupaten Nabire, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alama (BBKSDA) Papua, Kementerian Lingkungan Hidup menemukan beberapa species hayati di Nabire dalam kondisi kritis, terancam punah dan rentan.

NABIRE – Hasil Inventarisasi dan verifikasi keanekaragamaan hayati yang dilaksanakan Tim Pelaksana Inventarisasi dan Verifikasi Kawasan Dengan Keanekaragaman Hayati Tinggi Diluar Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian AlamDan Taman Buru di Kabupaten Nabire, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alama (BBKSDA) Papua, Kementerian Lingkungan Hidup menemukan beberapa species hayati di Nabire dalam kondisi kritis, terancam punah dan rentan.
Iwan Setiawan, Direktur PILI Green Network dalam pemaparannya saat Konsultasi Publik Konsultasi Publik Hasil Inventarisasi dan Verifikasi Kawasan Bernilai Keanekaragaman Hayati Tinggi (KBKT)dan Pengusulan Kawasan Ekosistim Esensial (KEE) di wilayah Kabupaten Nabire dari Aula Bupati Nabire, Senin (22/11) mengungkapkan, beberapa spesies diantaranya seperti Kangguru Pohom Wondiwoi (Dendrolagus mayri) dan echida paruh panjang (Zaglossus bruijni) dengan kritis (CR). Spesies lainnya seperti kalong kacamata (Pteropus cf conspillatus), gajahan timur (Numenius madagascariensis), kedidi besar (Calidris tenuirostris) dan penyu hijau (Chelonia mydas) berstatus genting (Endangered-EN). Sementara rusa timor (Rusa timorensis), itik gunung (Salvadorina waigiuensis), mambruk ubiaat (Goura cristata) dan elang Papua (Harpyopsis novaeguinese) berstatus rentan (Vulmerable-YU).
Hayati-hayati dalam kondisi punah ini tersebut ditemukan saat Tim melakukan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati luar biasa di Distrik Yaur, Yaro dan Wanggar dengan hamparan seluas 13.000 hektar.
Ditemukannya beberapa hayati yang terancam punah setelah menginventarisir 16 species mamalia dan 9 famili, taksa burung sebanyak 109 sepsies dari 38 famili, taksa reptil dan amfibi (hepetofauna) sebanyak 25 spesies ari 12 famili dan 220 spesies tambahan dari 39 famili.
Direktur PILI Green Network ini menambahkan spesies-spesies terancam punah merupakan spesies payung. Oleh karena itu, sangat penting nelakukan perlindungan habitatnya di Kabupaten Nabire. Habitat spesies ini pada umumnya berada pada tujuh formasi ekosistim. Sebagian kecil dari hayati yang hampir punah berada di sistim pengelolaan kawasan pelestarian alam (KPA) dan kawasan suaka alam (KSA). (ans)
Bagikan artikel ini



