Ditemukan 4 Sekolah Siluman dan 2 Abu-abu Dalam CPNS Dogiyai
NABIRE - Sedikitnya, 4 sekolah siluman dan 2 sekolah abu-abu yang muncul di dalam pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di
NABIRE - Sedikitnya, 4 sekolah siluman dan 2 sekolah abu-abu yang muncul di dalam pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di Kabupaten Dogiyai.
Bahkan satu sekolah siluman, semua yang direkrut non orang asli Papua (non OAP), sebanyak 9 orang.
Ini hanya terungkap berdasarkan data riil di lima distrik wilayah Mapia, belum termasuk di lima distrik wilayah Lembah Kamuu.
Empat sekolah siluman tersebut, entah sengaja atau tidak, terkesan ada niat untuk menyelamatkan pelamar non OAP yang melamar di Kabupaten Dogiyai.
Dari empat sekolah siluman tersebut, secara defacto dan dejure, tidak ada SD Negeri ataupun SD Negeri Inpres di Timepa dan Modio Distrik Mapia Tengah, tidak pernah ada SD Negeri ataupun SD Negeri Inpres di Apogomakida (ibukota Distrik Piyaiye).
Tetapi, dalam pengumuman CPNS yang ditandatangani Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa, SIP tercantum SD Negeri Timepa, SD Negeri Modio dan SD Negeri Apogomakida.
Menurut data otentik, secara defacto dan dejure, hanya satu SD di Timepa yakni SD YPPK Timepa, di Modio yakni SD YPPK Modio dan di Apogomakida hanya ada SD YPPK Apogomakida.
Sesuai pengumuman CPNS di SD Negeri Apogomakida seorang guru Agama Katolik, sementara di SD Negeri Timepa dan Modio masing-masing diangkat satu tenaga guru kelas lulusan program S1 PGSD.
Pertanyaannya, Pemerintah Kabupaten Dogiyai mencantumkan SD Negeri Timepa, Modio dan Apogomakida, ada di mana? Satu pertanyaan menarik lain dari sekolah siluman tersebut, selama ini Pemkab Dogiyai memasukan momenklatur Distrik Mapia Timur, dimana ibukota distriknya dan kapan disahkan.
Karena, dari 10 distrik yang ada di Kabupaten Dogiyai, di wilayah Mapia hanya ada Distrik Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan Sukikai Selatan.
Dari lima distrik di Lembah Kamuu juga tidak ada Distrik Mapia Timur, yang ada Distrik Kamuu, Dogiyai, Kamuu Selatan, Kamuu Timur dan Kamuu Utara.
Sebab di dalam perekrutan CPNS formasi tahun 2018, terdapat SMP Negeri Mapia Timur.
Untuk penempatan di sekolah siluman ini, Pemkab Dogiyai merekrut 9 tenaga guru lengkap, kecuali bidang pendidikan sosial dan sejarah.
Dari 9 tenaga guru yang direkrut, semuanya non OAP, tenaga guru matematika sebanyak tiga orang.
Disamping itu terdapat sekolah yang masih abu-abu, yakni SMP Negeri Unito, SD Negeri Wigoumakida.
Dikategorikan abu-abu karena selama ini tidak ada aktifitas belajar mengajar dan nama sekolah jarang terdengar baik itu SMP Negeri Unito maupun SD Negeri Wigoumakida.
Sementara itu, ada nama SD Negeri Putapa.
Kampung Putapa sendiri di Kabupaten Dogiyai ada di dua Distrik yakni satu di Distrik Kamu, kampung di belakang Kampung Mauwa dan satu lagi Kampung Putapa di Distrik Mapia Tengah.
Di Kampung Putapa, Distrik Mapia Tengah, tidak ada SD Negeri ataupun SD Negeri Inpres, yang ada secara defacto dan dejure hanya SD YPPK Putapa.
Dibalik muncul nama-nama sekolah siluman dan abu-abu ini, patut dipertanyakan, salah siapa.
Apakah persalahkan BKN yang menyeleksi CPNS atau daerah yang mengusulkan kebutuhan guru.
Hanya Pemkab Dogiyai bisa menjawab terjadinya nama-nama siluman dan abu-abu di dalam pengumuman CPNS tahun 2018 Kabupaten Dogiyai.
Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa menjawab keluhan dan sorotan masyarakat terhadap perektutan CPNS Kabupaten Dogiyai melalui surat terbuka lewat media sosial (Medsos), tetapi di dalamnya tidak menyinggung sedikitpun tentang nama-nama sekolah siluman dan abu-abu tersebut. (ans)
Bagikan artikel ini


