Disparbud Salurkan Dana, Bangun ‘Emaa Owa’
DEIYAI - Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Deiyai serius memberi perhatian dalam rangka mengangkat nilai-nilai budaya suku Mee, khususunya melalui berbagai bentuk perhatian salah satunya pemberian bantuan dana pembangunan rumah
Bagikan
DEIYAI - Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Deiyai serius memberi perhatian dalam rangka mengangkat nilai-nilai budaya suku Mee, khususunya melalui berbagai bentuk perhatian salah satunya pemberian bantuan dana pembangunan rumah adat atau dalam bahasa Mee, Emaa Owa, berlangsung (21/5/15), kemarin bertempat di Aula Sekwan, Waghete.
Dana bantuan pembangunan rumah adat di tingkat distrik dan kabupaten ini, diterima langsung para ketua Dewan Adat Papua (DAP) atau LMA kabupaten dan distrik dari 5 distrik yang ada di Kabupaten Deiyai. Kadisparbud Deiyai, Manfret Mote, S.Si mengatakan, bantuan dana senilai Rp 50 juta ini sebagai salah satu bentuk perhatian dalam mengangkat nilai-nilai budaya Suku Mee, maka sesuai dengan tujuan pemberian bantuan dana ini dapat digunakan dengan baik yaitu dengan dengan sasaran membangun rumah adat (emaaowa) di tingkat kabupaten dan distrik di 5 distrik, yakni Distrik Tigi, Tigi Barat, Tigi Timur, Kapiraya dan Distrik Bouwobado. “Ketahui bersama bahwa rumah adat (emaowa) adalah tempat sumber pelestarian nilai-nilai budaya Mee khususnya, dapur aspek nilai budaya dan tempat sumber-sumber nilai budaya Mee lainnya, maka sangat penting untuk terus memberi perhatian dalam meningkatkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya,” katanya.Selaku kepala dinas, menyampaikan dengan bantuan yang diberikan ini, segera membangun rumah adat dan tanami tanaman seperti petatas, keladi, tebu, pisang, di sekitar rumah adat. “Kami harap, bantuan dana ini dapat digunakan dengan baik sesuai dengan tujuan dan setelah dibangun akan diberikan dana lagi senilai 100 juta untuk masing-masing rumah adat, untuk melangkapi kekurangan-kekurangan dalam rumah adat,” ungkapnya. Mengingat pentingnya rumah adat, Manfret menambahkan, tahun depan 2016, akan diberikan bantuan dana untuk membangun rumah adat tingkat kampung yang ada di Deiyai yaitu sebanyak 30 kampung yang tersebar di 5 distrik dan tahun 2017 akan diberikan bantuan dana lagi untuk membangun rumah adat menurut marga yang ada di Deiyai. Dia juga berharap, setelah dibangun rumah adat tersebut selanjutnya dapat difungsikan dan dijaga dengan baik agar dapat membawa perubahan dalam tatanan kehidupan yang harmonis, karena budaya adalah dasar hidup orang, suku bangsa. Oleh sebab itu, mari terus perhatikan, melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya melalui berbagai bentuk sehingga budaya jangan punah karena arus budaya luar. (henbob)
Bagikan artikel ini



