Disnakertrans Nabire Gelar Halal bi Halal
NABIRE - Keluarga Besar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nabire, Kamis (28/7), menggelar halal bi halal. Acara yang dimotori Majlis Taklim dihadiri Kepala Dinas, Yeremias Bindosano, SH beserta ibu, pegawai dan Dharma Wanita Disnakertrans. Turut hadir mant
Bagikan
NABIRE - Keluarga Besar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nabire, Kamis (28/7), menggelar halal bi halal. Acara yang dimotori Majlis Taklim dihadiri Kepala Dinas, Yeremias Bindosano, SH beserta ibu, pegawai dan Dharma Wanita Disnakertrans. Turut hadir mantan Kepala Dinas (waktu itu masih Dinas Permukiman dan Penduduk) Djamal Juwono. Halal bi Halal dengan mengusung tema “Mari Kita Sucikan Hati dan Pikiran Menjadi Pribadi Yang Unggul.”
Yeremias Bindosano, mengatakan, halal bi halal ini patut diadakan berhubungan dengan masalah keagamaan khususnya umat Islam. Acara keagamaan yang lain pun seperti natal akan diadakan ke depannya. Dikatakan, kita ketahui bersama umat muslim baru saja melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh yang diakhiri dengan perayaain Idul Fitri. Idul fitri memiliki makna yang berarti kembali kepada kesucian, hakikatnya manusia yang terlahir dalam keadaan suci tanpa noda.“Sesuai dengan tema tadi, marilah kita untuk menghilangkan prasangka buruk antara teman sekantor. Agar bisa sinergi membangun Disnakertrans lebih maju, menjadikan pelayanan di dinas ini maksimal, saling mendorong, mengikat untuk maju bersama dengan hati yang bersih sehingga tidak ada lagi perbedaan yang didasari iman,” tutur Kadis.Halal bi halal ini, menurut Ketua Panitia, Sukirman, sejak dinas bertransformasi di tahun 1998 baru kali ini bisa dilaksanakan. Ini merupakan sebuah anugerah setelah belasan tahun acara keagamaan ini bisa kembali digelar dan tidak terlepas dari support Kadis. Tentu dengan harapan tidak melulu dengan satu agama tertentu, kegiatan agama lain pun baik natal dan lainnya bisa diadakan.Acara yang diisi dengan ceramah agama yang dibawakan ustadz kondang, Ustadz Mukromin, halal bi halal berarti saling memaafkan. “Ini adalah ajang silaturrahmi, kami umat Islam 23 hari yang lalu melaksanakan Hari raya Idul fitri 1437 hijriyah, Idul fitri pun lebih akrab dengan istilah Lebaran atau lubaran yang berarti membuang, membuang disini adalah membuang salah, hilap dan dosa setelah puasa sebulan penuh, di hari Lebaran kita saling bersilaturrahmi dan bersalaman saling memafkan satu dengan yang lain. Namun pastinya dengan kesibukan masing-masing, kita belum sempat bersalaman dengan sesama terutama rekan sekantor, melalui acara inilah kita bisa berkumpul dan saling memaafkan,” kata Mukromin. Ustadz yang berprofesi sebagai pedagang ini mengambil i’tibar (tauladan kehidupan) koloni semut. Semut saat bertemu dengan semut lainnya akan berhenti dan saling interaksi fisik (bersalaman), semut bekerja sama dalam membangun sarang dan mengumpulkan makanan, dari koloni yang unik inilah Allah SWT menurunkan sebuah surat dalam Alqur’an, yakni Annaml yang artinya semut. (mus)
Bagikan artikel ini



