Disnakertrans Nabire Akan Bangun BLK Taraf Wilayah
NABIRE – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf wilaya
NABIRE – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf wilayah yang akan meliputi wilayah Meepago, sebagai pusat latihan kerja ketrampilan bagi pencari kerja dari lima kabupaten se Meepago, tahun depan di Nabire.
Tanah seluas 5 hektar sudah siap untuk digarap. Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, Anton Pekey di ruang kerjanya, Kamis (26/11) mengatakan BLK tersebut untuk menyiapkan pencari kerja di daerah ini agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar yang memiliki kemampuan, ketrampilan dan kompetisi di era globalisasi sehingga pencari kerja di wilayah Meepago tidak tertinggal di era persaingan bebas.
Dengan demikian, output dari BLK Nabire diharapkan akan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar yang memiliki ketrampilan, kemampuam teknis dan kompetensi dalam beberapa bidang yang bisa diserap di dunia idustri dan swasta lainnya.
Anton menyebut, tenaga kerja yang terdaftar di Disnakertrans Kabupaten Nabire, hingga Desember 2019 lalu sebanyak 5.134 orang.
Dalam tahun ini penambahannya kurang karena pandemi corona dan sebagian diantaranya terserap melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018.
Namun pertambahan tenaga kerja tetap akan bertambah selama belum ada penerimaan CPNS dan pembukaan industri berskala menengah.
Kadisnakertrans, Anton, menamnbahkan, jumlah pencari kerja sebanyak 5.134 orang ini baru hanya dari Kabupaten Nabire, jika ditambah dengan pencari kerja dari empat kabupaten lain di wilayah Meepago, jumahnya pasti lebih banyak pencari kerja.
Oleh sebab itu, untuk menyerap tenaga kerja sebanyak itu, kata Anton, pemerintah diharapkan menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing melalui pelatihan dalam berbagai bidang lewat Balai Latihan Kerja sehingga sumber daya manusia (SDM) dari daerah ini nantinya diharapkan mampu bersaing di daerah, (lokal) regional bahkan nasional dan go internasional yang bisa diserap di dunia industri dan kalangan swasta lainnya yang mengandalkan skill, kemampuan dan kompetisi bidang keahlian.
Ia menilai, tingginya pengangguran di wilayah Meepago dan Papua pada umumnya karena tingkat ketrampilan tenaga kerja yang sangat rendah sehingga tidak dapat memasuki pasar kerja.
Oleh sebab itu, peningkatan kualitas dan ketrampilan menjadi sangat penting dan strategis untuk diprioritaskan.
Karena, tanpa jaminan kualitas kerja yang tinggi, kita akan selalu kalah dengan tenaga kerja dari luar Papua, Indonesia dan negara lain.
Kualitas tenaga kerja tidak hanya pada tingkat kemampuan teknis tetapi juga tingkat pendidikan yang rendah.
Masalah lain, pertumbuhan penduduk di wilayah Meepago dan Papua lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi dan industri.
Pekey mencontoh, belum adanya putera daerah yang membuka bengkel motor apalagi mobil, usaha meubelir dan belum adanya tenaga kerja asal lokal yang diserap dalam dunia industri dan kalangan swasta.
Karena, rendahnya skil dan kemampuan komptensi.
Dengan demikian, ia menilai BLK dari pemerintah diharapkan akan membekali tenaga kerja di daerah ini dalam bidang-bidang ketrampian yang bisa diserap oleh industri dan swasta lainnya seperti meubelir, bengkel otomotif, dan kursus bidng lainnya.
Oleh sebab itu, Anton Pekey menilai, rendahnya kualitas tenaga kerja di wilayah Meepago perlu didorong melalui bimbingan dan pelatihan baik oleh swasta maupun oleh pemerintah.
Mendasari pertimbangan tersebut, Disnakertrans Nabire akan membangun BLK di Nabire untuk wilayah Meepago sehingga diharapkan adanya perhatian dan kerja sama dari kabupaten lain di Meepago, Pemerintah Provinsi Papua bahkan nasional melalui dana Otsus Papua dan APBN.
Karena, BLK Nabire untuk wilayah Meepago bertujuan menyiapkan sumber daya tenaga kerja yang mampu bersaing du dunia kerja. (ans)
Bagikan artikel ini



