Dinkes PPKB Papua Tengan Rakor dan Konsultasi Percepatan Pencegahan Stunting
NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah menggelar rapat koordinasi dan konsultasi tentang percepatan pencegahan stunting, Kamis (30/11/23) di Hotel JDF di Jalan Merdeka, Nabire.

NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah menggelar rapat koordinasi dan konsultasi tentang percepatan pencegahan stunting, Kamis (30/11/23) di Hotel JDF di Jalan Merdeka, Nabire.
Dikatkaan Kepala Dinkes PPKB Papua Tengan, dr. Silwanus A. Sumule, Sp.OGn, MH.Kes, soal penanganan stunting saat ini bukan soal sosialisasi tetapi kita harus tampil dan bergerak. Kata dia, angka stunting 34,5 persen, sementara presiden meminta angka 40 persen. Di tahun ini di Nabire Papua Tengah masih di bawah rata-rata gangguan pertumbuhan anak akibat kurang gizi.
“Angka bayi yang bermasalah gizi, itu satu bulan satu juta khusus untuk bayi. Dan hal ini bisa dikirim kalau ada data, bila mana tidak ada data maka menyulitkan pendataan terkait stunting,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan dr. Silwanus Sumule, dalam satu keluarga itu masih ada stunting yang harus diperhatikan, dan juga harus tahu bagaimana kondisi bayi dan keluarga.
“Bayi itu sudah ditimbang apa belum, biar bisa tahu pada saat ditimbang berat badan naik atau tidak. Kita belum bisa melakukan pemaparan secara keseluruhan bila tidak melakukan dan bergerak cepat,” ujarnya.
Ditegaskan dr. Silwanus Sumule agar bayi yang kurang gizi harus cepat ditangani. Dan setiap bayi itu ada bantuan pangan khusus bayi senilai satu juta rupiah. Bila mana ada kekurangan atau tidak ada pengecekan dari setiap keluarga, stunting ini kemana para tenaga kerja kesehatan yang ada di setiap daerah. (feb)
Bagikan artikel ini



