ENAGOTADI - Menyasar para kepala dan tenaga teknis 20 dari 31 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah menggelar sosialisasi aplikasi SIGIZI, KESGA, dan MPDN, di Aula Dinkes Paniai, Selasa (12/8/25).

Dalam sambutan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Farialice Elisabet Tatogo, mengatakan dinas mempunyai kewajiban untuk berupaya bersama guna memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital yang terintegrasi, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab menurut Elis, dalam sistim pelayanan kesehatan terus mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi. Salah satunya adalah penerapan sistim pelaporan melalui aplikasi elektronik.

“Dulu kita bisa manipulasi data karena pelaporannya sistim manual. Sekarang sudah tidak bisa lagi manipulasi karena pelaporannya berbasis aplikasi melalui sistim elektronik,” tutur Elis.

Penerapan sistim pelaporan elektronik tersebut, manurut Elis, akan mempermudah pemantahuan jalan dan tidaknya aktivitas pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas. Jika tak melakukan pelayanan, kata dia, sebagai sanksi BOK maupun BPJS otomatis berdampak.

“Sekarang sudah tidak bisa tipu-tipu lagi. Jangankan kami di dinas, dari Jakarta saja mereka akan pantau pelayanan di Puskesmas melalui pelaporan harian di aplikasi. Jika tidak melaksanakan pelayanan, BOK dan BPJS otomatis berdampak,” katanya.

Tatogo menyebut aplikasi yang disosialisasikan ini bukan sekedar alat bantu teknis, tetapi juga fondasi penting dalam pengambilan keputusan berbasis data, terutama dalam menghadapi tantangan gizi dan kesehatan ibu-anak yang masih kompleks.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas program, demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih responsif dan lebih berdampak,” ajak Elis tutup.(you)