NABIRE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai dinilai lalai dengan pesan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, drg. Allo Giyai, M.Kes saat mengunjungi Puskesmas Modio yang terbakar, pertengahan tahun lalu, sebelum meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai. Pesannya disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai yang saat itu menerima kunjungan Kadinkes Papua di Modio, Distrik Mapia Tengah. Usai menyaksikan Puskesmas Modio yang dibakar warga karena kesal dengan minimnya pelayanan kesehatan, Kadinkes Papua, Allo meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai agar meletakan pondasi pembangunan kembali Puskesmas Modio dengan dana dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai. Untuk biaya pembangunan akan didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Sebab itu, Kadinkes Kabupaten Dogiyai mengawali pembangunan dengan meletakan fondasi bangunan gedung Puskesmas Perawatan Modio. Drg Allo meminta Kadinkes Dogiyai serius untuk membangun kembali Puskesmas Perawatan Modio agar pelayanan medis lancar kembali. Sejak Puskesmas Modio terbakar, selama setahun 6 bulan, petugas memanfaatkan rumah dinas dokter sebagai tempat pelayanan medis kepada warga. Karena, gedung Puskesmas Modio ludes terbakar, menyisakan puing-puing. Walaupun ada perhatian serius dan memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai untuk membangun kembali, ternyata, hingga kini tidak ada tanda-tanda akan memulainya pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.  Padahal, sejak Puskesmas Modio dibakar oleh warga karena kesal dengan kurangnya pelayanan medis, 20 Juni 2018, terlantar selama satu setengah tahun lebih. Beberapa warga yang dijumpai akhir Desember 2019 di Modio, sebagian mempertanyakan, sikap dan perhatian pemerintah Kabupaten Dogiyai, melalui Dinas Kesehatan, adanya tidaknya kepedulian pemerintah atas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, termasuk penempatan Kepala Puskesmas setempat. Karena pasca terbakarnya Puskesmas tersebut, Dinas Kesehatan Dogiyai menempatkan dua orang tenaga medis sebagai Kepala Puskesmas tetapi tidak dibarengi dengan pembangunan gedung sebagai tempat pelayanan medis kepada masyarakat setempat. Sementara sebagian warga di Kampung Modio sedang menanti, kapan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan memulai pembangunan gedung Puskesmas Perawatan Modio, sesuai janji Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan petunjuk kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai.  Dengan nada mengerutu, beberapa warga mengatakan, mungkin Dinas Kesehatan Dogiyai juga tidak mau repot dengan membangun kembali dan membiarkan warga tinggal tanpa sentuhan pelayanan medis.(ans)