MOANEMANI – Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai akan melakukan seleksi bagi tenaga operator Komputer, sopir, tenaga kesehatan dan cleaning service. Tujuan dilakukan seleksi bagi pegawai honerer atau pegawai tidak tetap ini adalah pemerataan tenaga sumber daya manusia, juga mentata dalam nominatif kepegawaian di lingkungan kesehatan. Plt Sekretaris Dinkes Dogiyai, Kristianus Tebai, mengaku terhitung mulai dari tahun 2008 setelah Kabupaten Dogiyai dimekarkan hingga tahun 2016 di lingkungan Dinkes khususnya, pegawai tenaga honorer terus bertambah dari tahun ke tahun.“Memang di Dogiyai, masalah reformasi dalam hal birokrasi sangat jauh. Misalnya, kita Dinkes tadinya pegawai honorer ada sekitar 4 sampai 5 orang, namun sampai jumlahnya melampau batas. Jadi, jumlah tenaga honorer yang ada di Dinkes sekitar 189 orang terdiri dari perawat, analisis, kesling bahkan juga ada tenaga non akademisi seperti sopir, cleaning service,” kata Kris, di ruang kerjanya, Jumat (03/06).Menurut dia, pelayanan maupun tenaga honerer semua tumpang tindi, sehingga mulai tahun akan direvisi total. Misalnya, di Puskesmas Moanemani satu pasien sakit ditangani oleh sekitar enam perawat, padahal beban kerja sangat ringan. “Kami sudah rencanakan di bulan Juni ini revisi total pegawai di lingkungan Dinkes Dogiyai. Revisi yang maksudnya kami akan mengecek nota tugas yang diberikan kepada pegawai mulai dari tahun 2008 hingga 2016. Jadi, dari situ kami mengetahui pegawai yang benar-benar bekerja dan tidaknya, juga akan mengetahui siapa yang sudah benar-benar menyelesaikan pendidikan dan tidak,” jelas dia.Selama ini, kata dia, pihaknya selalu membayarkan haknya. Namun, belum mengetahui tenaga honorer itu, apakah memang bekerja maupun latar belakang profesinya. Juga ada yang nama saja, dalam daftar nominatif pegawai“Jadi semua tenaga honorer akan dilakukan tes, sesuai dengan profesinya yang dimiliki. Setelah tes, disitulah akan membuktikan profesi pendidikan yang dimilikinya,” katanya.Dia menambahkan, pengumpulan berkas bagi tenaga operator tes tertulis pada tanggal 07 Juni di Sekertariat Dinkes Dogiyai. Sehingga, para tenaga honorer mempersiapkan pemberkasan seperti ijasah asli, foto copy ijazah dan transkip, STR, foto sertifikat, KTP dan artu keluarga.“Semua diisi dalam map. Bagi perawat diisi dalam map warna merah, bidang di map warna kuning, S1 Sarjana keperawatan dan Kes Masyarakat diisi dalam map abu-abu, sedangkan untuk analis, apoteker, gizi dan farmasi diisi dalam warna hijau. Selama pemberkasan tidak bisa diwakilkan kepada orang lain,” katanya.Sementara itu, salah satu tenaga honorer Andi Dogomo, meminta agar dalam penyeleksian itu benar-benar teliti dan profesional. Kalau sudah dilakukan seleksi, petugas perawat dibagi sesuai dengan jumlah kesedian Puskesmas maupun Pustu yang ada di Dogiyai. “Tidak boleh lagi menumpuk di kota saja. Di daerah-daerah yang belum terjangkau masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan,” tegasnya. (gus)