Dinas Perkebunan dan Perikanan Bakal Bantu Mesin Pengupas Kopi
DOGIYAI – Mecki Dimi, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dogiyai, mengungkapkan dalam rangka peningkatan produktivitas pengembangan kopi diwilayah itu, pihaknya rencana membantu 4 (empat) unit pengupas kopi. Menurutnya, 4 (empat) unit pengupas ko
Bagikan
DOGIYAI – Mecki Dimi, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dogiyai, mengungkapkan dalam rangka peningkatan produktivitas pengembangan kopi diwilayah itu, pihaknya rencana membantu 4 (empat) unit pengupas kopi.
Menurutnya, 4 (empat) unit pengupas kopi direncanakan akan membantu kepada kelompok – kelompok petani kopi yang tersebar di beberapa distrik di Dogiyai.“ Sesuai dengan penentuan lokasi untuk bantuan alat pengupas kopi, pertama kami akan bantu distrik Kamu, Distrik Kamu, Kamu Selatan dan Dogiyai. Mesin pengupas kopi sudah ada di Kantor . Jadi, untuk keberadaan mesin posisinya harus ditengah – tengah distrik sehingga ketika petani datang untuk menggiling kopi tidak lagi repot – repot,”Katanya, Jumat (09/09) di Kantor Peternakan dan Perkebunan , Dogiyai.Bantuan peralatan pengupas kepada petani kopi ini , Ujar dia, bertujuan untuk kepentingan pada saat paskah panen. Ia mengatakan setelah dengan adanya bantuan mesin pengupas kepada petani kopi ini ,agar produktivitas pengembangam kopi terus meningkat .“ Kami berharap petani kopi terus meningkatkan. Tanam berapa puluh ribu hektar, sebab dibilang petani kopi harus memenuhi itu. Dan setelah tanam berapa ribu lahan hektar, maka masyarakat Dogiyai menjadi bangkit, mandiri dan sejahtera,”Ujarnya. Di tempat terpisah, Ambrosius Tigi, Kepala Kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Dogiyai, menuturkan sebelum melakukan kegiatan pengembangan petani kopi seperti sekolah lapang,pelatihan dll, sebaiknya pemerintah daerah menyiapkan peralatan pendukung untuk pengembangan kopi seperti,Mesin giling, semprot, gunting dan lain – lain.“ Kami sambut baik sekolah lapang yang hadir di Dogiyai, bahkan pemateripun dari Propinsi tetapi disini kami berharap harus ada peralatan untuk kopi. Selain alat – alat juga harus ada perusahan untuk membeli kopi, karena selama ini masyarakat Dogiyai gagal menanam karena pembeli kopinya tidak ada,”Ujarnya. (gus)
Bagikan artikel ini



