NABIRE – Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menahan tiga (3) rekening dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menertibkan aktifitas di sekolah khususnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tiga rekening tersebut ditahan karena, selama ini tidak aktifitas di sekolah yang bersangkutan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay mengungkapkan hal ini di Aula Dinas Pendidikan, Jumat (19/1) di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ketika hearing. Kegiatan hearing Gabungan Komisi dengan mitranya Dinas Pendidikan ini diketuai Udin Mardin dan Wakil Ketua II DPRD Nabire, Roy Wonda sebagai anggota bersama dengan anggota legislatif lainnya. Viktor mengungkapkan tiga rekening dana BOS ini ditahan karena tidak ada aktifitas di sekolah. SD di KM 74 dan 80, tidak aktifitas, bekas kaki manusia dan anjing saja tidak ada di halaman sekolah. Selama ini, tidak ada kegiatan di sekolah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan menahan rekening BOS dari tiga sekolah. “Ini tahap pertama, kalau ditemukan lagi, rekening dana BOS dari sekolah akan ditahan,” tegasnya. Anggota dewan menilai, sekolah di sepanjang jalan Trans Papua ini hanya musiman. Karena, tidak ada warga yang menetap, ini hanya masyarakat pendulang. Ketika ada emas, banyak warga tetapi bila sepi, tidak ada warga yang menetap di sana. Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah melalui Dinas Pendidikan sebaiknya menbangun sekolah di tengah warga yang menetap dam diurus secara baik. Dalam hearing tersebut, Viktor di depan anggota dewan Gabungan Komisi juga mengungkapkan SD di Epomani termasuk SD yang tertib karena di sekolah ini, tertib dengan jadwal pendidikan dan anak-anak kelas 1 dan 2 saja bisa membaca. Padahal, di kota saja, ada murid dari sekolah, sudah kelas III belum bisa baca tulis. Selain SD Epomani, Viktor juga memuji keaktifan dua sekolah di Distrik Menou. Sekalipun berada di daerah sangat terpencil, aktifitas pendidikan dari dua sekolah di Distrik Menou sudah lancar, dibanding sekolah lain di distrik ini dan sekolah di Distrik Dipa. Anggota Dewan, Udin Mardin menilai, tindakan menahan rekening bos dan pujian kepada sekolah di daerah sangat terpencil tetapi aktif ini karena semakin membaiknya pengawasan dan monitoring sekolah di lapangan. Oleh sebab itu, dewan berharap agar pengawasan dan monitoring ke sekolah-sekolah ini terus diperhatikan untuk meminimalisir keluhan masyarakat, tidak ada guru dan kegiatan belajar ,emgajar di sekolah kurang. Baru Pertama Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan, Dominikus Adii menilai kunjungan anggota dewan ke Dinas Pendidikan dalam rangka heraing dengan mitra ini baru pertama kali anggota dewan berkunjung ke dinas. Oleh karena itu, Adii mewakili Dinas Pendidikan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dewan. Ia berharap, dengan kunjungan dewan ke Dinas Pendidikan dapat pemerintah melalui DPRD akan memperhatikan kendala yang dihadapi Dinas Pendidikan selama ini. Menanggapi harapan tersebut, Ketua Kelompok Gabungan Komisi DPRD, Udin Mardin mengatakan, aspirasi yang disampaikan kepada dewan akan disampaikan juga kepada Ketua DPRD dan akan diperhatikan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APD) dan APBD Perubahan. (ans)