NABIRE - Petrus Tekege,SH.MH,menjelaskan pentingnya pendidikan keluarga dan pendidikan keluarga yang diselenggarakan dari Menteri Kebudayaan dan Direktorat Kemasyarakatan, katanya pendidikan ini diprioritaskan khususnya bagi orangtua dan kalangan guru di lingkungan pendidikan juga adapun materi-materi inspirasi yang harusnya melibatkan TNI–Polri serta para dokter.Pasalnya, tambah dia, mereka bisa bersama guru untuk memberikan pengembangan pendidikan kepada para siswa-siswi di lingkungan sekolah, dampak positifnya jika anak itu ketika selesai pendidikan ia tidak saja berada disatu dunia aktivitas seperti ada yang jadi pegawai dan lain-lainnya. Ia mampu juga untuk beraktivitas seperti jadi sopir, dokter, ojek, serta aktivitas-aktivitas positif lainnya yang menghasilkan uang, sehingga pilihan itu bisa membawa mereka ke aktivitas yang benar dan tidak terjerumus ke aktivitas-aktivitas yang merugikan mereka seperti mengkonsumsi obat-obat terlarang. Jadi makna tadi bisa menjadi alat bantu khususnya profesional-profesional aktivis, yang terjun ke tempat-tempat pendidikan. Ditambahkannya, para orangtua juga tidak boleh memaksa cita-cita anaknya untuk mengikuti kemauan orang tua, tetapi biarlah kita lihat cita-cita anak itu, maunya jadi apa dan sebagai orang tua hanya mendorong dan membiayai untuk menciptakan masa depan anak yang lebih baik. Maka jalur-jalur pendidikan ini yang tadi menghadirkan profesional-profesional seperti dari pihak polisi – TNI, akvitivis, dokter ditambah lagi guru setempat, bisa menjawab seluruh keluhan para siswa karena semua mata pelajaran atau pandangan tentang masa depan anak itu bisa dibakcup melalui penyaluran ilmu oleh para profesional-profesional tadi. Kegiatan penyadaran keluarga yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, ini tanggal 7 menghadirkan para guru-guru SD, SMP, SMA/SMK para pembicara-pembicara, atau panitia. Kegiatan penyadaran keluarga ini selain sumber dari pada Petrus Tekege, SH.MH juga Melkias Pekei,S.Pd. Sarjana Ilmu Pemerintahan, Magister Manajemen, menambahkan dimana sosialisasi pendidikan penyadaran keluarga butuhnya pengawasan dari orangtua. Melihat pergerakan anaknya serta peran bagi ketua RT itu sangat penting untuk melihat perkembangan KK atau warganya, baik warga lama ia harus mengenal mereka, karena setiap keluarga yang berada di lingkungan satu RT itu menjadi tanggung jawab RT sebagai Ketua Rukun Tetangga itu butuh pengawasan setiap kali, warga yang masuk keluar lingkungan juga kita harus tahu. Berikut Melkias Pekei dirinya sangat senang dengan penyajian penyadaran sosialiasi kepada keluarga yang dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan. Para guru-guru baik dari TK, SD, SMP SMA/SMK berdasarkan pantauan media ini mereka mengikuti kegiatan dengan serius, dari awal hingga akhir, dan ilmu penyajian tentang penyadaran keluarga sebagai bekal bagi mereka untuk melakukan estafet pendidikan sebagai orang tua yang bertanggungjawab ketika anak itu ada di sekolah dan yang bertanggungjawab sebagai anak kandung dan waktu yang paling lama di rumah adalah keluarga. Lalu yang bertanggung jawab mengawasi lingkungan lihat perkembangan anak-anak itu bermain di suatu lingkungan adalah ketua RT. Bagaimana ia bisa mengawasi perkembangan para orang tua yang sehari-hari mendidik anak di dalam keluarga ataupun di saat mereka sedang beraktivitas di pinggir rumah ataupun bermain. Petrus Tekege menyampaikan, sangat bermakna dalam penyajian penyadaran keluarga juga bersama para pembicara yang lain. Sedangkan penambahan data atau sumber dari Melkias Pekei, pendidikan itu kunci awalnya dari keluarga, sedangkan di lingkungan pendidikan itu sesuai waktu jadi butuhkan pengawasan dan pendidikan di lingkungan rumah juga. Oleh sebab itu kegiatan penyadaran keluarga yang berjalan di Dinas P dan P juga harus melibatkan keluarga dan sejumlah organisasi-organisasi lain, untuk mendapat informasi pendidikan yang lebih baik, dan ketika mendapat ilmu tentang penyadaran keluarga bisa menjadi pedoman untuk mendidik didalam keluarga, lingkungan organisasi atau lainnya, sosialisasi pendidikan dalam keluaga yang diselenggarakan di Dinas P dan P berdasarkan instruksi Menteri Kebudayaan dan Direktorat Kemasyarakatan hendaklah dilaksanakan dengan baik bukan secara teori saja, tapi harus dipraktekkan, karena masa depan satu keluarga atau pendidikan seorang anak itu butuhnya pendidikan penyadaran agar bisa mengerti rambu-rambu yang benar.(ist)