Dikira Kebakaran Hebat, Mobil Damkar 10.000 Liter Malah Terperosok

NABIRE – Siang itu, Rabu (3/12/25) tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menuju Kelurahan Kalibobo, tepatnya di daerah Kelapa Dua, dengan membawa dua mobil Damkar setelah menerima laporan adanya kebakaran hebat dengan asap hitam yang membumbung tinggi.

Salah satu mobil tangki Damkar berkapasitas 10.000liter air dikerahkan penuh keyakinan untuk menghadapi ancaman api. Namun, drama yang terjadi bukan karena kobaran api, melainkan karena tantangan medan.
Setibanya di lokasi, petugas Damkar mendapati fakta mengejutkan tidak ada bangunan yang terbakar. Melainkan sumber dari kepulan asap hitam tersebut hanyalah bakaran sampah biasa.
Insiden ini menegaskan risiko dari laporan kurang tepat yang tidak diselidiki secara mendalam oleh pelapor. Seorang warga yang melihat asap tebal, tanpa memastikan sumbernya, langsung menghubungi Damkar. Hal ini, menurut Damkar, menghabiskan sumber daya vital.

Puncak dari insiden ini terjadi saat tim Damkar berusaha memadamkan bakaran sampah tersebut. Jalan menuju lokasi yang diarahkan oleh warga sekitar ternyata sempit dan timbunan jalan tersebut lembek. Medan yang seharusnya bisa dilalui mobil biasa itu tidak mampu menahan beban bobot mobil Damkar yang membawa 10.000liter air. Mobil tangki raksasa itu pun terperosok ke dalam got.
Insiden ini bukan hanya menunda pengerahan unit, tetapi juga menjadi sorotan publik setelah banyak warga mengambil gambar dan mengunggahnya ke media sosial.
Menyikapi insiden ini, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kabid Gulkarmat) Pemprov Papua Tengah, Drs. Nicolas A. S. Wambrauw, mengeluarkan dua imbauan penting kepada masyarakat, pertama masyarakat diminta untuk melaporkan kejadian kebakaran secara rinci mengenai besarnya api dan potensi bahaya yang ada.
Hal ini penting agar Damkar mendapat informasi yang tepat, jelas dan akurat (A1). “Pihak Damkar menyesalkan adanya laporan dari masyarakat yang kurang akurat, di mana yang bersangkutan hanya melihat ada kepulan asap dari jauh tidak mengeceknya secara langsung terlebih dahulu,” ucap Nicolas.

Nicolas menambahkan agar masyarakat tidak melakukan laporan-laporan hoaks, karena tugas Damkar ini tugas darurat. “Jadi kami berharap kepada masyarakat, ketika melakukan laporan kejadian darurat untuk memastikan hal itu benar-benar terjadi, apa yang terbakar dan terus sesegera mungkin untuk melaporkan lewat nomor Damkar yang tersebar di media baik di koran, di kaca mobil Damkar juga ada. Kalau bisa mengambil gambar atau video pendek untuk dikirim, agar kami bisa mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang harus kami gunakan,” pintanya.
Nicolas Wambarauw juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh foto-foto mobil Damkar terperosok yang beredar di media sosial, terutama dengan keterangan yang tidak benar, yang bisa disalahartikan dan merusak citra lembaga.

Di sisi lain, Kabid Gulkarmat juga meminta dukungan kepada masyarakat dan perangkat daerah terkait, ketua RT/RW di wilayah masing-masing diminta untuk memperhatikan akses jalan. Ia berharap, kondisi jalan terutama yang berlumpur dan sempit dapat diperhatikan agar jika terjadi darurat, kendaraan berbobot berat seperti Damkar dapat masuk tanpa terkendala.
“Kami tidak mungkin bisa bekerja dengan maksimal tanpa adanya dukungan dari warga masyarakat,” ucapnya.(pal/joseph)
Bagikan artikel ini



