NABIRE – Pada saat pertemuan dan tatap muka dengan tokoh agama, adat dan masyarakat se Kabupaten Nabire antara Pejabat Gubernur Papua Soedarma dan pejabat Pemprov Papua maupun Pemkab Nabire, Kamis (3/5) kemarin, Bupati Isaias Douw menyampaikan (baca: akui) bahwa Nabire atau dikenal dengan kota emas ini aman dan damai. Jelas bupati dua periode terhitung masa kepemimpinan saat ini, Kabupaten Nabire merupakan daerah yang sangat aman dan damai. Kabupaten yang dipimpinnya itu yang berada di Teluk Cenderawasih yang didiami oleh 89 suku dan menjadi kabupaten transit bagi kabupaten lain di wilayah adat Meepago (Papua bagian tengah). Bupati Douw mengatakan, dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Nabire, dirinya selalu mengutamakan koordinasi dan melibatkan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah/Muspida), tokoh adat, tokoh agama maupun tokoh masyarakat. “Dan di Kabupaten Nabire kehidupan kerukunan antar umat beragama sudah berjalan baik tanpa ada gesekan antar satu agama dengan agama lainnya. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Papua di Nabire yang turut dipanitiai dari agama lain dan melibatkan semua komponen masyarakat di daerah ini,” terangnya. Terkait hal tersebut, Penjabat Gubernur Papua Soedarmo di kesempatan yang sama memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pemerintah kabupaten Nabire yang telah membangun komunikasi dan kerjasama yang baik tersebut. Mantan Gubernur Aceh itu juga mengapresiasi pemerintah  dan masyarakat Nabire yang mampu menjaga persaudaran antar umar beragama dan bisa dikatakan Nabire adalah Indonesia mini, karena kerukunan antar umat beraga di Nabire yang dijuluki kota emas ini begitu banyak suku Papua maupun suku dari berbagai daerah lain di seluruh Indonesia. Soedarmo juga berharap, komunikasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten di Nabire dan kabupaten lain akan terus terjaga, kita terus menjaga suasana yang sejuk demi terwujudnya kedamaian di tanah Papua. (wan)