Demo Silih Berganti di Uji Publik MRP
NABIRE – Aksi demo dari sejumlah calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah beserta massanya, mewarnai tahapan uji publik yang sedang dilakukan di tingkat Provinsi Papua Tengah. Di hari pertama dimulai uji publik, Senin (26/6/23) lalu, aksi protes ke Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Tengah pun sudah terlihat. Tidak berhenti di hari pertama, pada hari kedua, Selasa (27/6/23) kemarin, aksi serupa juga terjadi lagi di Kantor Kesbangpol Papua Tengah. Bahkan, sejumlah pihak dikabarkan juga kembali akan menggelar aksi damai pada hari ini, Rabu (28/6/23).

NABIRE – Aksi demo dari sejumlah calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah beserta massanya, mewarnai tahapan uji publik yang sedang dilakukan di tingkat Provinsi Papua Tengah. Di hari pertama dimulai uji publik, Senin (26/6/23) lalu, aksi protes ke Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Tengah pun sudah terlihat. Tidak berhenti di hari pertama, pada hari kedua, Selasa (27/6/23) kemarin, aksi serupa juga terjadi lagi di Kantor Kesbangpol Papua Tengah. Bahkan, sejumlah pihak dikabarkan juga kembali akan menggelar aksi damai pada hari ini, Rabu (28/6/23).
Data yang dihimpun media ini, kedatangan sejumlah pihak ke Kantor Kesbangpol Papua Tengah, mempertanyakan sejumlah hal. Ada pihak yang mengaku namanya masuk dalam daftar yang diplenokan di tingkat kabupaten, namun tidak muncul pada daftar nama calon anggota MRP Papua Tengah yang diujipublikkan. Ada juga pihak yang mempertanyakan soal nomor urut masing-masing calon yang berbeda antara nomor urut hasil pleno di ditingkat kabupaten dengan nomor urut yang ada dalam daftar nama yang diujipublikkan.
Pantauan Papuapos Nabire di lokasi aksi pada Selasa (27/6/23), sejumlah calon anggota MRP Papua Tengah perwakilan perempuan dari Kabupaten Deiyai bersama sejumlah pendukungnya datangi Kantor Kesbangpol Papua Tengah. Mereka mempertanyakan perubahan nomor urut dan juga ada nama yang telah diplenokan di tingkat kabupaten namun tidak muncul di daftar uji publik. Calon anggota MRP Papua Tengah perwakilan perempuan dari Kabupaten Deiyai atas nama Debora Mote, memprotes. Pada daftar nama uji publik, dirinya berada pada urutan nomor 2. Sementara pengakuan dirinya, keputusan pleno di tingkat Kabupaten Deiyai, dirinya berada di urutan pertama. Dan posisi nomor urut pertama ini juga sudah disetujui oleh perwakilan perempuan lainnya.
“Saat pleno di tingkat kabupaten, saya berada pada urutan pertama dan dua orang calon lainnya ada di nomor urut berikutnya. Tapi di daftar yang di uji publik ini, kenapa saya menjadi berada pada nomor urut dua ? Demikian juga ada teman yang masuk dalam daftar pada pleno kabupaten pada perwakilan adat, tapi di daftar uji publik juga tidak muncul namanya. Kami menuntut kembalikan sesuai dengan apa yang sudah diplenokan di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Aspirasi dari kelompok ini diterima oleh Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri Kesbangpol Papua Tengah yang juga sebagai Sekretaris Pansel MRP Papua Tengah, Petrus Yeimo. Dirinya akan menyampaikan aspirasi ini kepada Pansel Papua Tengah yang saat ini sedang tidak berada di tempat. Setelah penyampaian aspirasi, akhirnya kelompok ini meninggalkan Kantor Kesbangpol Papua Tengah dengan aman.
Di luar pagar Kantor Kesbangpol Papua Tengah, terlihat sudah menunggu massa dari salah satu calon anggota MRP Papua Tengah, Daud Tauwai, yang namanya tidak muncul di daftar uji publik. Kelompok dari Topo ini mempertanyakan tidak munculnya nama Daud Tauwi dalam daftar nama uji publik. Padahal menurut pengakuan mereka nama Daud Tauwi turut ditetapkan saat pleno di tingkat kabupaten.
Massa yang emosi sempat akan melakukan pemalangan terhadap Kantor Kesbangpol Papua Tengah. Namun akhirnya pemalangan kantor bisa digagalkan oleh pihak keamanan yang sudah berjaga-jaga dan melakukan pengamanan di Kantor Kesbangpol Papua Tengah.
Massa menuntut agar Pansel tingkat Kabupaten Nabire untuk dihadirkan, agar memberikan informasi terkait persoalan yang terjadi. Dari pihak Kesbangpol Papua Tengah menghubungi Pansel tingkat Kabupaten Nabire. Tidak berselang lama, Kepala Kesbangpol Kabupaten Nabire yang juga sebagai sekretaris Pansel tingkat Kabupaten Nabire, Akkon Verry Yawan, SH, hadir ke Kantor Kesbangpol Papua Tengah. Dirinya menyampaikan akan menindaklanjuti penyampaian aspirasi ke Pansel tingkat Provinsi Papau Tengah. Selanjutnya massa pun membubarkan diri dengan aman. (ros)
Bagikan artikel ini



