NABIRE – Aksi demo damai yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Nabire, Kamis (31/03/22) dibubarkan aparat keamanan.

Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, SIK, SH, mengatakan, massa berkumpul di beberapa titik seperti di Keluahan Siriwini tepatnya di depan RSUD Nabire, seputaran Kelurahan Kalibobo, Pasar SP 2, Distrik Nabire barat serta Kelurahan Karang Tumaritis depan Pasar Karang sejak pagi hari.

“Massa kumpul di beberapa titik yang berbeda,” kata Kapolres.

Dia menjelaskan, aparat keamanan sebelumnya tidak mengizinkan demo dilakukan. Hal ini lantaran beberapa pertimbangan, yaitu, izin demo tidak diterbitkan, izin kerumunan dari tim covid. Namun demo pun terjadi dan massa menginginkan untuk melakukan long mars ke Kantor DPRD Nabire. 

Akhirnya, di dua titik yaitu depan RSUD dan Pasar SP 1 Distrik Nabire Barat berhasil diarahkan untuk bubar oleh aparat keamanan. Sedangkan di depan Pasar Karang Tumaritis tetap bertahan dan menginginkan long mars dilakukan.

“Kami juga berkoordinasi dengan angota DPR untuk bersedia menemui massa aksi. Dan puji Tuhan dapat terlaksana untuk massa aksi dari Pasar Karang dan SP I, sedangkan dari Siriwini dan Kalibobo juga berkenan bubar tapi ada yang sempat bergabung di Karang tapi terima kasih yang sudah mau bubar,” jelasnya.

Di Pasar Karang Tumaritis, kata Kapolres, sempat terjadi ricuh namun akhirnya bisa diatasi. Dan massa sempat menuju ke Kantor DPRD Nabire dan menyampaikan aspirasinya. Sehingga personil bertahan dan mencoba menuju titik SP I bersama angota dewan untuk bernegosisi. Namun di Pasar Karang terjadi ricuh akibat dari narasi yang dibangun oleh orasi yang bersifat memprovokasi massa. Hal tersebut kemudian hendak didiberitahukan oleh salah seorang anggota karena muncul salah seorang aksi yang yang mengeluarkan semacam senjata tajam pisau. 

Ini kemudian dilihat oleh Kasat Sabhara dan Samapta bersama anggotanya dan menarik anggota yang hendak diserang. Di situlah terjadi kericuhan akhirnya lemparan batu begitu banyak dan personel kita melakukan lemparan gas air mata sehingga massa membubarkan diri.

“Awal itu karena salah satu anggota mau diserang. Lalu Kasat tarik anggota itu namun di saat yang bersamaan lemparan batu mulai di TKP,” kata Kapolres.

Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat agar apabila menyampaikan aspirasi harus tertib dan dan tidak melakukan penyerangan bahkan ricuh.

“Jadi mari kita jaga keamanan dan ketertiban agar tidak mengganggu aktifitas dan kesibukan orang lain,” ungkapnya.

Lanjut Kapolres, aksi tersebut menimbulkan dua warga (bukan pendemo) mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke RSUD Nabire. Sedangkan terdapat empat anggota Polisi yang juga mengalami luka ringann akibat lemparan baru.

“Ada yang kena jari, lutut memar bahkan kepala terkena batu. Termasuk dua warga lain yang alami luka ringan,” lanjutnya.

Disinggung terkait adanya pendemo yang ditahan oleh apparat, Kapolres I Ketut menjamin bahwa mereka (pendemo yang ditahan) akan dibebaskan setelah dimintai keterangan terkait aksi.

“Kalau soal ditahan tidak, kami akam keluarkan setelah diminta keterangan,” pungkasnya. (tian)