Dari Seminar KoMPaK: Warga Papua Kembali ke Pangan Lokal
NABIRE - Lembaga Swadaya Masyarakat Konsorsium Masyarakat Papua untuk Kemanusiaan (KoMPaK) bekerjasama Oxfam Amerika serta bermitra dengan Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire menggelar Seminar Akhir program, di Aula Pekerjaan Umum Nabire Papua, Rabu
Bagikan
NABIRE - Lembaga Swadaya Masyarakat Konsorsium Masyarakat Papua untuk Kemanusiaan (KoMPaK) bekerjasama Oxfam Amerika serta bermitra dengan Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire menggelar Seminar Akhir program, di Aula Pekerjaan Umum Nabire Papua, Rabu (15/4/2015) lalu.
Seminar bertema "Program Kepemimpinan Perempuan dalam Mendorong Ketahanan Pangan melalui Promosi Pangan Lokal di Nabire" itu dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Nabire Sukadi mewakili Bupati Isaias Douw, Pukul 09.15 dan diakhiri Pukul 13.45 waktu setempat.Bupati Nabire dalam sambutannya mengatakan, Provinsi Papua khususnya kabupaten Nabire memiliki sumber hayati yang paling tinggi termasuk sumber pangan lokal seperti ubi jalar, talas, sagu, gembili dan singkong. Kenyataan saat ini menunjukkan masyarakat Nabire sangat bergantung pada sumber pangan beras, karena selain enak juga mudah diperoleh."Kebijakan tersebut tanpa disadari telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari non beras beralih ke beras," kata Bupati Nabire dalam sambutannya yang dibacakan Sukadi.Menurut Bupati, saat ini pemerintah mulai menyadari dan bergerak untuk mengkampanyekan bahan pangan lokal sebagai pengganti beras untuk menu utama setiap keluarga di Nabire.Lanjut Bupati, melalui kegiatan ini mengambil segmen kaum perempuan dengan pertimbangan, selain sebagai ibu rumah tangga yang mengatur menu bagi keluarga, kaum perempuan juga bisa sosialisasikan pemanfaatan pangan lokal melalui berbagai kegiatan PKK maupun Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan."Kaum perempuan dapat lebih kreatif membudidayakan tanaman pangan lokal di pekarangan rumah seperti singkong, keladi, ubi jalar, pisang, jagung dan sebagainya, untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Guna mendukung program ketahanan pangan tersebut, memerlukan dukungan dari semua pihak yang ada di berbagai sektor termasuk kaum perempuan," jelasnya."Saya sebagai selaku pimpinan daerah mengharapkan, dari hasil seminar ini dapat meningkatkan pemahaman kaum perempuan akan pentingnya pemanfaatan pangan lokal bagi setiap keluarga menuju terwujudnya ketahanan pangan di kabupaten Nabire. Karena, pangan lokal selain mudah diperoleh, juga bergizi tinggi, sehingga kita tidak selalu tergantung pada beras," harap Bupati.Usman Fabanyo, direktur KoMPaK mengatakan, sebagai daerah yang besar seperti Papua ini banyak memiliki berbagai potensi sumberdaya, baik nasional maupun lokal, sudah tentu harus dikelola secara bijaksana agar terhindar masalah dengan cara memecahkan masalah yang sementara dihadapi."Ketahan pangan lokal yang kami bergerak untuk kami kembangkan yakni ubi jalar di Nabire titik pusatnya di tiga kampung yakni Samabusa, Waroki dan Yaro Makmur. Hasil panen pertama dan kedua kami menjual ke Biak, Serui dan Waropen," kata Fabanyo dalam pemaparan materi ketahanan pangan lokal.Menurutnya, menyelesaikan masalah pangan lokal, tidak hanya diarahkan pada aspek fisik terkait dengan lahan pertanian dan peralatan yang serba canggih saja, namun pembinaan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai budaya menjadi salah satu aspek yang penting dan menentukan."Kami sedang upaya meningkatkan produktivitas pertanian tanaman pangan, kearifan lokal di Nabire dapat dijadikan kami sebagai pendamping, namun belum ada perhatian dari pemerintah daerah untuk kembangkan ketahanan pangan lokal yang ada di Nabire khususnya tiga kampung," ungkap Fabanyo. (ist)
Bagikan artikel ini



