Dari Rumah ke Rumah, Kepala Suku Meepago Bangun Komunikasi

NABIRE - Bertempat di RT 12 Kelurahan Karang Mulia Distrik Nabire, Sabtu (25/7/2026), Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, membangun komunikasi dari rumah ke rumah dalam rangka mengingatkan masyarakat soal pentingnya antisipasi keselamatan diri dan keluarga di wilayah Kabupaten Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Dalam diskusi dan pertemuan tersebut lebih jauh dikatakan Kepala Suku Wilayah Adat Meepago, Provinsi Papua Tengah baru saja berusia 4 tahun dan ini Daerah Otonomi Baru (DOB), namun fakta di lapangan telah banyak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan, seperti begal, pencurian dan juga penabrakan (Lakalantas) di jalan raya yang rata–rata terjadi akibat Miras.
Dari kondisi-kondisi yang terjadi ini membuat dirinya selaku kepala suku besar tidak tinggal diam dan terus membangun komunikasi sebagai bentuk antisipasi keamanan diri dan keluarga dari rumah ke rumah dan turun langsung duduk dengan masyarakat, bukan duduk dan bertemu di gedung besar dan mewah.
“Sebagai orang tua dan lama tinggal di Kabupaten Nabire era tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an, kita tinggalkan sepeda 2 minggu di pinggir jalan tetap ada, tetapi sekarang kita tinggalkan motor di mana saja hanya dalam hitungan menit sudah hilang motornya, akhirnya timbul keributan,” katanya.
Untuk itu, sebagai kepala suku besar Wilayah Adat Meepago akan terus membangun tingkat kesadaran ke masyarakat dari rumah ke rumah sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat, karena sebagai kepala suku menyadari bahwa keselamatan menjadi salah satu hal penting dalam hubungan hidup bermasyarakat.
Hal lain yang juga disampaikan kepala suku dalam pertemuan tersebut, ia meminta agar masyarakat juga mendukung segala program yang telah diturunkan dan ikut menjaga seluruh fasilitas umum yang telah dibangun, misalnya lampu jalan, halte dan fasilitas lain agar juga dijaga oleh masyarakat, karena semua itu untuk kepentingan bersama.
Jika semua itu terjaga dengan baik, ke depan pemerintah tidak akan tinggal diam tetapi akan memberikan bantuan bibit sayur, jagung dan bibit lain serta bantuan bibit ternak kepada masyarakat agar dari bibit–bibit ini masyarakat akan tanam dan memelihara ternak demi kesejahteraan hidup dalam keluarga.

Untuk itu, sebagai akhir dari pertemuan tersebut Melkias Keiya kembali mengingatkan masyarakat RT 12 Kelurahan Karang Mulia bahwa äpa yang kita punya itu yang dipegang, kalau orang lain punya jangan diambil, karena itu akan menimbulkan masalah antara kita.
Pada akhir dari pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pembagian Sembako kepada semua masyarakat yang hadir dan diserahkan langsung oleh Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya dan menjadi catatan bahwa pertemuan di RT 12 Kelurahan Karang Mulia itu pertemuan yang ketujuh dan selanjutnya akan ke dilaksasanakna ke RT lain dan kelurahan lain. (des)
Bagikan artikel ini



