NABIRE – Dandim 1705 Nabire, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, mengapresiasi kinerja Bupati dan SKPD Kabupaten Intan Jaya. Dengan situasi yang ada, Pemda Intan Jaya selalu memberikan dukungan penuh kepada pihak aparat keamanan untuk mengembalikan kondusifitas wilayah di sana. 

“Salah satu yang kami apresiasi adalah bupati dan rekan-rekan baik itu dari tokoh agama dan tokoh masyarakat berupaya untuk berkomunikasi dengan masyarakat karena teman-teman yang ada di hutan itu juga keluarga dari masyarakat. Itu yang bupati sampaikan mencoba untuk mengidentifikasi siapa saja keluarga yang bergabung di dalam itu kita jalin komunikasi,” ujar Dandim Nabire, beberapa waktu lalu kepada Papuapos TV, di Nabire.

Kata dia, perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar terjadi. Namun keamanan dan kenyamaman masyarakat diharapkan untuk kita jaga bersama. Kata di, kita harus menyadari bahwa TNI dan Polri itu ada untuk masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan TNI dan Polri, karena memang itu adalah aparatur negara, aparat pertahanan keamanan yang memang tugasnya untuk menjaga wilayah. 

Sedangkan yang berbeda pendapat, lanjut Dandim Nabire, jika ada yang berbeda pendapat diharapkan tidak menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif. Dengan mengganggu aktifitas masyarakat atau mengganggu aktivitas pemerintahan yang menyebabkan sebagian besar aparat pemerintahan menjadi khawatir untuk beraktifitas.

Disinggung soal jaminan keamanan bagi PNS yang dihimbau kembali beraktifitas di Intan Jaya, jawab Dandim Letkol Inf Anjuanda Pardosi, di Sugapa ibukota Kabupaten Intan Jaya, 90 persen sudah aman. Karena memang fokus pasukan ada di Sugapa, yakni di pusat pemerintahan. 

“Kita berpatroli di tengah masayarakat secara rutin, patroli simpatik, bukan untuk mencari musuh karena kita tidak punya musuh. Tetapi membreikan kenyamanan kepada masyarakat. Kita tidak berpatroli ke hutan, kita tidak berpatroli menyeberang sungai, kita berada di Kota Sugapa, sehingga kita yakinkan kepada para ASN, keadaan di Sugapa itu aman. Kita bisa lihat sejak bulan Oktober 2021 lalu hingga sekarang tidak ada situasi yang mencekam. Terakhir pada bulan Oktober tahun lalu dimana saya bersama para pejabat berada di atas dan kita sampaikan kepada masyarakat dan selanjutnya masyarakat sampaikan kepada mereka yang berseberangan pendapat untuk sama-sama menjaga agar aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” paparnya. 

Ditegaskan, kewaspadaan itu wajib. Artinya kita berada di pusat pemerintahan, di pusat kehidupan, kalau ada orang masuk dengan membawa senjata selain TNI dan Polisi, itu salah. Tetapi jika ada orang datang untuk beraktifitas berdagang, bertani atau menjual hasil buruan itu tidak masalah. (ros)