NABIRE – Dana Pilkada yang berada di rekening Bank Papua atas nama KPUD Kabupaten Dogiyai, diblokir. Bendahara KPUD Kabupaten Dogiyai saat akan melakukan penarikan dana pada Jumat (7/10) kemarin, tidak bisa. Menurut informasi dari pihak Bank Papua, telah dilakukan pemblokiran rekening atas dasar Surat Bupati Dogiyai yang dilampiri memo Bupati Dogiyai. “Kemarin saya akan menarik dana di Bank Papua Cabang Nabire, rencananya akan saya bawa naik dana itu untuk membayar honor PPD, PPD dan staf KPUD Dogiyai. Saya kaget karena dari pihak bank menyampaikan jika rekening atas nama KPUD Dogiyai diblokir,” ujar Elsy Pigome. Saat dikonfirmasi ke pihak Bank Papua di Moanemani informasinya pemblokiran rekening KPUD Dogiyai itu dilakukan atas permintaan dari Plt. Bupati Dogiyai. Ada surat Plt. Bupati Dogiyai yang dilayangkan ke pihak Bank Papua di Moanemani untuk memblokir rekening milik KPUD Dogiyai ini.Ditanya penyebab pemblokiran rekening KPUD Dogiyai tersebut, Elsi mengatakan jika dirinya tidak tahu menahu. Karena rekening KPUD Dogiyai diblokir, pihaknya tidak bisa mengambil dana untuk pembayaran honor PPD, PPS dan staf KPUD Dogiyai. Sementara itu, data yang didapat media ini dari sumber terpercaya namun belum dikonfirmasi ke Plt. Bupati Dogiyai, pada tanggal 6 Oktober 2016 Plt. Bupati Dogiyai, Herman Auwe mengeluarkan memo yang ditujukan kepada Kepala BPD Kabupaten Dogiyai. Isi memo meminta agar dana Pilkada KPUD Kabupaten Dogiyai sementara dibekukan sedangkan dana pengamanan dan Panwas diproses. Dana Pilkada KPUD Dogiyai menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bupati Dogiyai.Selain memo, Plt. Bupati juga mengeluarkan surat bernomor 900/660/SET yang ditujukan kepada Kepala Bank Papua KCP Moanemani. Isi surat itu meminta dilakukan pembekuan/pemblokiran sementara untuk dana Pilkada KPUD Kabupaten Dogiyai dengan nomor rekening giro atas nama KPU Kabupaten Dogiyai sebesar 10 milyar lebih. Pemblokiran dana Pilkada tersebut hingga ada petunjuk lebih lanjut dari Bupati Kabupaten Dogiyai. Surat tersebut ditandatangani Plt. Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.Sos pada tanggal 6 Oktober 2016. (ros)