NABIRE – Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 Kabupaten Dogiyai, Thobias F Bunapa menghimbau agar sebaiknya dana untuk biaya penyelenggaraan perayaan kemerdekaan Bangsa Indosesia dianggarakan secara nasional oleh pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) agar tidak membebankan kepada daerah untuk membiayai perayaan HUT RI lewat Dana Alokasi Umum (DAU). Ia menilai, dana untuk membiayai kegiatan perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari DAU tidak pas. Kalau bisa dana perayaan diambil dari dana pusat atau DAK. Dengan demikian, apabila di Jakarta menggunakan dana perayaan sebesar Rp10 miliar berarti dana perayaan untuk tingkat kabupaten di seluruh Indonesia Rp5 miliar. Karena, perayaan HUT RI, merupakan program nasional, kita merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang melepaskan dan bebas dari penjajahan bangsa Belanda selama 350 tahun. Thobias Bunapa menambahkan, sementara ini, semua penduduk Indonesia bersama presiden tidak merasakan bagaimana susah payahnya pendahulu bangsa Indonsia, tidak merasakan bagaimana susah payah, tekanan dan perlawanan selama penjajahan Belanda terhadap penduduk Indonesia sehingga kemerdekaan itu dianggap remeh. Kita tidak merasa bahwa bangsa Indonesia bebas dari kolonialisme bangsa Belanda, terlepas, berdiri sendiri. Kalau andaikan Indonesia ini merasakan bahwa kami bebas dari penjajahan, kata Bunapa, berarti pertama, dana perayaan harus diberikan oleh dana DAK atau dana pusat kepada seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Kedua, karena sudah bebas dari kolonialisme selama 3,5 abad, maka untuk mempertahankan keutuhan NKRI agar kepada TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), maka Bunapa usulkan agar seluruh TNI/Polri dan ASN diberikan gaji 4 kali lipat dari gajinya untuk bulan Agustus, untuk swasta dan kalangan petani/nelayan agar diberikan penurunan harga BBM, harga barang turun selama Agustus karena dari 12 bulan setahun, bulan Agustus merupakan bulan istimewa, bulan emas, bulan yang diharapkan sebagai bulan kemenangan. Ketika ditanya bisa dua kali lipat, Bunapa mengatakan bisa dua kali lipat dari gaji, kalau boleh malah bisa 10 kali lipat. Tetapi untuk umum, BBM dan harga barang harus turun untuk bulan Agustus di seluruh Indonesia. Selama bulan Agustus, Rakyat Indonesia tidak boleh lapar, tidak boleh susah karena itu tiket pesawat dan kapal juga harus turun. Dengan penurunan harga selama bulan suci bangsa Indonesia sebagai tanda penghargaan kita kepada para pejuang kita yang terdahulu yang dengan gigih dengan berjuang dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia menilai, jika tidak ada makna syukur bersama seperti gaji hari kemerdekaan bagi TNI/Polri dan ASN, turunnya BBM dan harga barang selama Agustus dan tarif angkutan udara dan angkutan laut yang turun berarti kita belum memaknai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Disamping penghargaan dari pemerintah tersebut, Ketua Panitia HUT RI ke- 73 Kabupaten Dogiyai ini mengatakan untuk memeriahkan HUT RI, kebersihan halaman dan sekitar rumah harus bersih, umbul-umbul harus dipasang dimana-mana, Paskibra harus lebih meriah agar suasana kemerdekaan bergemah hingga ke pelosok sekalipun. Kalau dana disediakan oleh pusat, gemuru kemerdekaan terus bergemah dan rakyat tidak boleh lapar. (ans)