Dampak Konflik Bibida, Pelajar tidak Mengikuti KBM
PANIAI - Konflik yang terjadi beberapa waktu lalu di Distrik Bibida Kabupaten Paniai mengakibatkan banyak siswa-siswi (pelajar) Sekolah Dasar (SD) tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dan tidak mengetahui hasil kenaikan kelas.

PANIAI - Konflik yang terjadi beberapa waktu lalu di Distrik Bibida Kabupaten Paniai mengakibatkan banyak siswa-siswi (pelajar) Sekolah Dasar (SD) tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dan tidak mengetahui hasil kenaikan kelas.
Dikatakan salah satu Guru SD YPPK Santo Yusuf Ugapa, Helena F Kloatubun, S.Ag, kepada Papuapos Nabire saat diwawancarai mengatakan, kurang lebih 220 anak SD yang berada sebagai pengungsi akibat konflik yang terjadi di daerah itu dan sisanya masih berada di Enarotali Paniai.
Lanjutnya, ada 50 anak yang baru saja mengikuti ujian akhir semester. Karena konflik terjadi mereka ikut mengungsi ke Nabire dan sayangnya mereka belum selesai melaksanakan ujian tersebut dan anak-anak siswa/i kelas 1 sampai kelas 5 belum melaksanakan ulangan semester.
Khusus anak-anak yang aktif belajar dan untuk kelas 6 dan itu kejadiannya, karena anak-anak juga terdesak dengan waktu belum sempat menyelesaikan ujian pada saat pelaksanaan.
Sementara, untuk anak-anak kelas 1 sampai kelas 5 yang aktif dari kelas 1 sampai kelas 5 bersama dengan kelas 6, apakah mereka akan lulus atau tidak mereka juga belum proses. "Kami di Nabire mereka mau melanjutkan juga mereka belum pasti apakah kita bisa lanjutkan di SMP atau tidak," ucapnya bingung.
Jadi harapan kami itu, apakah ada kepastian atau ada sebagai tindaklanjuti kemudahan dari Provinsi Papua Tengah untuk anak-anak kami yang khusus kelas 6 yang baru saja mau kelulusan dan ke SMP agar Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah bisa memberikan disposisi kepada sekolah yang di Nabire dan Paniai agar bisa menerima siswa-siswi yang terkena dampak di Distrik Bibida Kabupaten Paniai.(rob)
Bagikan artikel ini



