NABIRE - Kepala Regional MBG Wilayah Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menyampaikan hari ini merupakan hari yang istimewa dimana dapat melihat anak-anak sekolah bisa merasakan dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis dari Presiden Prabowo.

Ia berharap dengan adanya program ini bisa berdampak bagi anak-anak sekolah, fokusnya untuk MBG ini, yaitu empat poin, di antaranya kesehatan, mengurangi nilai stunting yang ada di Kabupaten Nabire, meningkatkan ekonomi daerah serta mengurangi pengangguran yang ada.

Menurutnya, melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini akan merekrut karyawan-karyawan serta pengangguran yang ada di wilayah-wilayah sekitar. Serta dampak berikutnya, yaitu fokus paling penting di bidang pendidikan.

"Meningkatkan semangat belajar dari anak-anak sekolah, seperti yang kita ketahui, banyak anak-anak sekolah yang datang ke sekolah ini belum makan dan belum sarapan. Jadi saat belajar mereka lemas, mereka lesu, dengan adanya program ini akan dapat meningkatkan semangat belajar dari anak sekolah," ucapnya ketika memberikan sambutan di-launching MBG SMPN 1 Nabire, Kamis (9/10/2025).

Ia menuturkan program MBG ini untuk menambah asupan makanan sehingga mereka semangat untuk belajar, agar bisa menciptakan generasi-generasi emas di Kabupaten Nabire. Dan dalam hal ini, ia juga mengharapkan dukungan dari semua pihak khususnya dinas kesehatan, dinas pendidikan serta semua unsur yang terkait. 

"Kami pun berharap semua ini dalam pelayanan harus meningkatkan kebersihan dapur. Jadi setiap dapur yang akan beroperasional dari Badan Gizi Nasional sendiri itu harus menerapkan dan membuat sertifikat sanitasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap dapur harus membuat sertifikat halal. Jadi umumnya setiap dapur yang akan beroperasional itu wajib mengantongi sertifikat ini. Dan itu sudah menjadi kewajiban dari Badan Gizi Nasional. 

Nalensius berharap agar saling mendukung dan saling support. Sementara itu, untuk Kabupaten Nabire sendiri kurang lebih membutuhkan 18 dapur dan ini masih angka minimal, karena dibutuhkan lebih dari itu. 

"Tapi sejauh ini yang sudah terlayani di SMPN 1 Nabire dengan SD Inpres Oyehe dan TK Pertiwi kurang lebih jumlahnya 1.400. Mungkin ini yang bisa kami sampaikan, kami mengharapkan dukungan dari semua pihak. Semoga program ini bisa berjalan dengan baik dan kita bisa menciptakan generasi-generasi emas dan cerdas di wilayah Kabupaten Nabire," tutupnya.(edi/saul)