NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nabire resmi menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan tahap II tahun 2026 M / 1448 H. Penyaluran yang berlangsung di Gedung Islamic Center pada Kamis, (20/8/2026) ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dukungan penuh bagi generasi muda di daerah.

Program beasiswa melalui Baznas ini menyasar 538 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan. Rincian penerima tersebut meliputi 135 siswa SD/MI, 56 siswa SMP/MTs, 38 siswa SMA/SMK/MA, serta 30 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi di Kabupaten Nabire.

“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun masa depan daerah. Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa harus terhambat oleh keterbatasan ekonomi,” ujar Kepala Baznas Kabupaten Nabire, Ir. Budi Santoso, M.M, saat memberikan sambutannya.

Ia menjelaskan, bantuan dana yang diberikan bervariasi sesuai jenjang pendidikan untuk periode Juli hingga Desember. Untuk jenjang SD/MI mendapatkan Rp600.000, SMP/MTs sebesar Rp750.000, dan SMA/SMK/MA sebesar Rp900.000 per siswa. Sementara itu, mahasiswa perguruan tinggi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp2.500.000 per orang.

“Kami berharap program ini dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga para siswa dapat lebih fokus belajar, meningkatkan prestasi dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” tambah Budi Santoso di hadapan para hadirin dan tamu undangan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M., dalam sambutannya dibacakan oleh Kepala Bidang SMA/SMK, Arnold Mintonapan, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas sinergi positif antara pemerintah daerah dan Baznas. Dukungan dana hibah sebesar Rp500.000.000 dari Pemkab Nabire melalui OPD terkait disalurkan secara merata guna mendukung persiapan generasi emas daerah.

"Ini karena menyangkut biaya atau anggaran yang disiapkan sangat terbatas. Karena itu, kita sangat bersyukur untuk kita sekalian menyiapkan generasi emas, generasi muda dalam pemberian bantuan tersebut," jelas Arnold Mintonapan membacakan sambutan Kepala Dinas Pendidikan.

Pihak Dinas Pendidikan juga menegaskan penerima beasiswa ini diprioritaskan bagi siswa tidak mampu dan berprestasi. Guna menghindari duplikasi anggaran, siswa yang telah menerima bantuan dari pemerintah pusat seperti Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak lagi diikutsertakan dalam program beasiswa Baznas ini.

Antusiasme dan rasa syukur turut dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Salah satu mahasiswa penerima beasiswa dari UT SALUT Nabire, Fredi Kogoya, mengaku sangat terbantu untuk meringankan biaya kuliahnya. “Saya sangat bahagia dan senang bisa mendapatkan beasiswa untuk membayar uang semester saya dan untuk melengkapi kekurangan saya,” ungkap Fredi.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan pelajar tingkat menengah, Yhoga Suprato, siswa SMP Islam Wanggar. “Beasiswa sangat membantu dan terima kasih, saya ucapkan terima kasih kepada Baznas Nabire,” pungkasnya dengan penuh rasa syukur.

Melalui kolaborasi strategis antara Pemkab Nabire, Dinas Pendidikan dan Baznas Nabire ini, diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Nabire terus meningkat. Program beasiswa berkesinambungan ini sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak muda setempat untuk terus giat belajar, berprestasi serta menjadi generasi berakhlak mulia dan mandiri. (sam)