NABIRE – Tiga lembaga perwakilan adat dan sosial kemasyarakat meminta kasus yang terjadi di Ugapuga daerah perbatasan antaran Kabupaten Dogiyai dan Deiyai untuk segera diklarifikasi agar diketahui dengan jelas apa sebab musibab dan siapa pelaku dari kasus yang telah menewaskan 1 korban masyarakat sipil di wilayah tersebut. Ketiga lembaga, diantaranya Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, BUK dan Kontras Papua dalam siaran pers terkait dengan penembakan terhadap masyarakat sipil di Kampung Ugapuga, Kabupaten Dogiyai mengatakan berdasarkan kronologis dan keterangan saksi, kami menyatakan 3 sikap dalam masalah tersebut.Seperti diutarakan Ketua DAD Paniai John Gobai, Selasa (30/6) kemarin, kami dengan tegas menyatakan, pertama berdasarkan informasi yang kami terima ada dugaan bahwa aparat keamanan  adalah pelaku penembakan di Ugapuga tersebut, bukan Orang Tak Diketahui (OTK). Hal ini diduga berdasarkan jumlah selonsong peluru yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).Kedua, terang John dan seperti dikatakan perwakilan Kontras Papua, Olga Hamadi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua dan Pangdam segera mengklarifikasi  siapa pelaku penembangan tersebut sebenarnya dan kiranya dapat mengungkap (mengakui atau mengetahui) siapa pemilik kode selongsong peluru PT. PIN 556 dan 37 yang ditemukan di TKP.Dan ketiga, menurut mereka, berdasarkan beberapa kasus yang terjadi di wilayah Meepago, yang terindikasi keterlibatan aparat keamanan masih bertindak sangat represif dalam menghadapi orang Papua, maka kami minta tarik pasukan dan anggota Brigader Mobil (Brimob) dan Tim Khusus (Timsus) dari wilayah Meepago.Untuk itu, diminta kepada pihak terkait dalam hal ini pihak keamanan untuk segera mengklarifikasi dan mengusut betul kasus yang telah menelan korban jiwa dari masyarakat, yang diindikasikan masih seorang pelajar atau siswa SMP Negeri Boduda Distrik Kamuu Timur Kabupaten Dogiyai atas nama Yoteni Agapa umur 19 tahun dan korban luka atas nama Melianus Mote 21 tahun. (wan)