Bupati Tutup Diklat Guru Kontrak Sarjana Terdepan, Terpencil dan Tertinggal
NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos,MAP secara resmi ditutup kegiatan program guru kontrak sarjana mendidik dengan hati untuk wilayah
Bagikan
NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos,MAP secara resmi ditutup kegiatan program guru
kontrak sarjana mendidik dengan hati untuk wilayah terdepan, terpencil dan
tertinggal, Kamis (23/11), bertempat di aula Diklat Kabupaten Nabire ditandai
dengan pemukulan tifa dan pelepasan kartu tanda peserta. “Melalui kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada para peserta sekalian,
buatkan tekad adik-adik untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, jadilah
panutan bagi anak didik adik-adik sekalian dengan mendepankan sikap, etika dan
moral di lingkungan masyarakat,” kata Bupati asal Kampung Puduu ini dalam
sambutannya. Dan bersama pemerintah dan segenap aparatur pemerintahan Kabupaten Nabire, lanjut dia, kita
sukseskan program pendidikan di daerah ini guna mewujudkan masyarakat yang
cerdas, sebagai modal dalam membuka isolasi daerah demi terwujudnya masyarakat
Nabire yang berwawasan, keberagaman, berkeadilan, sejahtera dan mandiri secara
berkelanjutan. “Perlu diingat bahwa dalam menjalankan kewajiban adik-adik sekalian ditempat tugasnya
mengalami kendala, saya mengharapkan adik-adik sekalian tetap membangun
komunikasi dan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,
dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Dalam rangka membangun komunikasi, koordinasi dan konsultasi dengan kerja sama yang baik
agar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi itu bisa terlaksana dan
dapat terwujud sesuai dengan keingingan kita bersama maka sekali lagi
diharapkan koordinasi dan kerja sama itu dapat kita tetapkan bersama baik
diantara guru kontrak, dinas terkait dan kepada pemerintah daerah,” urainya
lebar. Imbuh bupati, guru memiliki peran penting dan paling utama di daerah ini sebab kita melihat
latar kebelakangnya, guru-guru tua sudah pensiun habis hingga diharapkan kepada
generasi muda yang telah disiapkan sebagak 100 orang guru kontrak yang
mengikuti pelatihan atau pembelajaran materi yang diterima itu selama empat
hari ini kembali ke tempat tugas masing-masing
dapat diaplikasikan dengan hati kepada murit.(modes)
Bagikan artikel ini



