Bupati Sesalkan Minimnya Penyerapan Anggaran Pembangunan
SUGAPA - Penyerapan anggaran pembiayaan proses pembangunan yang sangat minim di Kabupaten Intan Jaya menyebabkan terhambatnya pembangunan dalam berbagai bidang. Penyerapan anggaran yang minim di Intan Jaya pada tahun anggaran 2015 berdampak pada terhambatnya berbagai pro
Bagikan
SUGAPA - Penyerapan anggaran pembiayaan proses pembangunan yang sangat
minim di Kabupaten Intan Jaya menyebabkan terhambatnya pembangunan
dalam berbagai bidang. Penyerapan anggaran yang minim di Intan Jaya
pada tahun anggaran 2015 berdampak pada terhambatnya berbagai proses
pembangunan. Kondisi ini menyebabkan warga di Intan Jaya menganggap
pimpinan daerah tidak bekerja maksimal.
Hal ini terungkap dalam kegiatan monitoring meja yang diselenggarakan
oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Intan Jaya, Rabu
(19/8) lalu di Sugapa.
Jumlah dana APBD tahun anggaran 2015 sebesar 900 milyar lebih yang
telah dialokasikan ke38 SKPD di Intan Jaya hingga bulan Agustus tahun
berjalan. Dana tersebut baru terserap hanya 25 persen. Hal ini terjadi
akibat kehadiran para kepala SKPD yang sangat minim serta jarang
berada di Intan Jaya.
Hal ini juga disebabkan, oleh tidak terciptanya transparansi
penggunaan anggaran antara pimpinan-pimpinan SKPD beserta bawahannya.
Saat dikonfirmasi wartawan, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni,
SS.,M.Si, menyesalkan kondisi ini. Natalis Tabuni meminta seluruh
kepala SKPD untuk hadir kembali di Intan Jaya, guna menjalankan proses
pembangunan melalui penyerapan anggaran yang baik dan benar.
Bupati Natalis Tabuni juga dengan tegas mengatakan, dalam waktu dekat
akan melakukan rolling serta pemberhentian jabatan bagi para kepala
SKPD yang memperlihatkan ketidakmampuan bekerja secara maksimal di
daerah tersebut. (ist)
Bagikan artikel ini



