NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar agenda penting berupa upacara pengambilan sumpah dan janji jabatan bagi Sekretaris Daerah (Sekda) serta sejumlah pejabat Eselon II. Sedangkan pejabat eselon III, dan IV di tunda pada Selasa depan. 

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Maranatha, Kamis (9/04/2026) ini dipimpin langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si. Agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam melakukan penyegaran struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai mengawali dengan permohonan maaf yang mendalam kepada jajaran Forkopimda, rohaniawan serta seluruh tamu undangan atas ketidakteraturan teknis dalam pelaksanaan acara. Ia mengakui adanya kendala koordinasi yang menyebabkan jadwal pelantikan bergeser dari rencana awal yang seharusnya dilakukan sebelum masa puasa. Bupati Nabire menegaskan, ketidaksiapan administrasi ini menjadi catatan serius bagi kepemimpinannya bersama wakil bupati dalam mengevaluasi kinerja instansi terkait.

Kritik tajam diarahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dinilai kurang matang dalam melakukan perencanaan pelantikan kali ini. Bupati membandingkan kinerja tahun-tahun sebelumnya yang berjalan rapi dengan kondisi tahun 2024 ke atas yang dianggap mengalami penurunan kualitas koordinasi. 

"Ini adalah tanggung jawab besar saya dan saudara wakil bupati. Evaluasi total dan menyeluruh akan dilakukan terhadap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena kinerja yang buruk akan berdampak langsung pada pelayanan masyarakat," tegas bupati.

Mesak Magai menekankan, seluruh pejabat yang dilantik kali ini berstatus sebagai pejabat definitif, bukan Pelaksana Tugas (Plt). Keputusan ini diambil melalui pertimbangan matang berdasarkan rekam jejak dan kualitas kerja para pejabat selama ini. 

Sebagai bupati petahanan, Mesak Magai menyatakan bahwa proses bongkar pasang jabatan (rolling) merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menempatkan personil yang tepat di posisi yang tepat demi optimalisasi fungsi pemerintahan.

Terkait adanya penundaan pelantikan bagi sebagian pejabat Eselon III dan IV, bupati memerintahkan BKD untuk segera berkoordinasi secara intensif dengan sekretaris daerah yang baru dilantik. Jadwal pelantikan susulan telah ditetapkan pada Selasa pekan depan setelah dilakukan revisi administrasi yang diperlukan. 

Bupati Nabire juga menginstruksikan agar distribusi undangan sudah mulai dilakukan pada hari Senin mendatang agar tidak terjadi kesimpanguran informasi kembali.

Dalam arahannya mengenai manajemen kepemimpinan, Bupati Mesak mengingatkan, seorang pemimpin tidak harus memiliki kecerdasan intelektual yang paling tinggi, namun wajib memiliki kepandaian dalam memecahkan masalah dan menyatukan orang. Ia menekankan pentingnya sinergitas antara kepala dinas, sekretaris hingga staf terbawah. Menurutnya, kegagalan seorang kepala OPD dalam mengelola dinamika internal, seperti ketidakcocokan dengan kepala bidang atau bendahara, adalah bukti lemahnya manajerial yang harus segera diperbaiki.

Bupati juga memberikan teguran keras kepada jajaran BKD agar menjalankan fungsi kedinasan secara profesional di kantor, bukan di rumah atau diatur oleh pihak luar. Ia meminta setiap kepala kantor sebagai pengguna anggaran untuk bertanggung jawab penuh atas kapasitasnya masing-masing. Profesionalisme birokrasi dianggap krusial mengingat jumlah pegawai di Kabupaten Nabire yang mencapai hampir 7.000 orang, meski sebagian telah beralih tugas ke tingkat Provinsi Papua Tengah.

Menutup arahannya, bupati mengingatkan, Nabire adalah kota sentral dan wajah bagi Provinsi Papua Tengah, terutama dalam sektor pendidikan dan kesehatan. Mengingat kondisi pelayanan di beberapa kabupaten pegunungan belum stabil, banyak masyarakat dari daerah lain yang menggantungkan pelayanan di Nabire.

Oleh karena itu, kinerja aparatur sipil negara di Nabire akan selalu menjadi barometer dan penilaian utama bagi keberhasilan pembangunan di wilayah Papua Tengah secara luas.(sam)