NABIRE - Ibukota Provinsi Papua Tengah itu wajar kalau di Nabire. Karena sampai saat ini Nabire sudah siap menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Dengan adanya pemekaran 6 kabupaten yang ada saat ini di wilayah Pegunungan Tengah, tentunya apalagi yang diragukan. Kalau tidak di Nabire, trus mau kemana diletakkan ibukota provinsinya ? Kalau mau ke Biak, pemerintah pusat harus bikin jembatan antara Biak dengan Nabire. Agar masyarakat 6 kabupaten bisa menyeberang. “Saya mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah, dan selaku bupati, saya meminta kepada pemerintah pusat untuk meletakkan ibukota Provinsi Papua Tengah harus ada di Nabire. Kalau tidak dikasih, Nabire akan meminta terus,” kata Bupati Isaias Douw, S.Sos saat diwawancarai, usai digelarnya pemusnahan barang bukti Miras illegal di Mako Polres Nabire, Senin (10/3). Kata bupati, dirinya 100 % mendukung letak ibukota Provinsi Provinsi Papua Tengah harus di Nabire. Karena sangat jelas bahwa Nabire sangat memenuhi syarat, baik dari segi geografis, SDMnya dan lain sebagainya. Akses jalan darat ke wilayah kabupaten yang berada di Pegunungan Tengah sudah ada, sementara Kabupaten Biak atau Timika belum bisa dijangkau lewat jalan darat. Masih harus meggunakan jalur udara atau jalur laut. Hal ini yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk meletakkan letak ibukota Provinsi Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, dirinya meminta doa dan dukungan dari semua masyarakat Kabupaten Nabire untuk mendoakan, agar ketika Tim Observasi melakukan kunjungannya ke Nabire, terkait penentuan Ibukota Provinsi Papua Tengah, bisa membuka hati dan pikiran mereka, sehingga Nabire akan terealisasi menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah yang saat ini sudah ada di depan mata. (cad)