NABIRE - Saat di konfirmasi wartawan, Jumat (8/05) Pukul 16.00 WIT di ruang kerjanya, Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos., MAP Asosiasi Bupati Bupati Se-Meepago berinisiatif menerbitkan Surat Edaran Kesepakatan Bersama Asosiasi Bupati Meepago mengenai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Meepago dalam rangka pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Covid-19, dibenarkannya.

 Namun untuk Kabupaten Nabire ada kebijakan khusus, mengingat Nabire adalah pusat atau sentral ekonomi kabupaten se-Meepago. Informasi terakhir, seperti disampaikan kembali oleh Bupati Isaias, untuk Kabupaten Nabire belum diberlakukan PSBB. “Saya selaku bupati juga mengerti masyarakat, sebenarnya tidak boleh, tapi ini kebijakan saya, untuk toko, kios, pasar tetap dibuka, tetapi sampai jam dua belas siang saja, tidak boleh lewat.

 Kita kurangi jam operasionalnya, supaya kita putuskan rantai penyebaran Covid ini,” ungkapnya. Kata bupati, akses perekonomian tetap berjalan tidak lockdown total, hanya untuk jalur transportasi baik darat, laut maupun udara tetap ditutup total. Hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan Bupati Nabire Isaias Douw, tetapi ini dilakukan karena rasa sayang kepada warga masyarakat Nabire dan warga Meepago, supaya tidak ada lagi penambahan pasien ODP maupun PDP Covid–19.

 Menurutnya, PSBB di wilayah Meepago kecuali di Kabupaten Nabire, mengingat sejumlah orang dari kabupaten lain yang ada di wilayah Meepago, salah satunya Kabupaten Paniai hasil rapit test menunjukkan reaktif Covid–19 yang jumlahnya sekitar 23 orang dan 23 orang ini belum dikarantina. 

 Ini yang menjadi acuan bupati-bupati Meepago sepakat melakukan PSBB dan lockdown total akses tansportasi darat, laut dan udara serta melakukan lockdown seluruh aktifitas di wilayah Meepago. “Karena ini makin lama makin bertambah, ini Nabire mudah-mudahan tidak bertambah, belum selesai Nabire sudah muncul lagi dari atas (Kabupaten Paniai, red).

 Jadi ini yang menjadi acuan kami, saya sayang masyarakat Nabire makanya saya mau memutuskan rantai penyebaran Covid ini, ini bukan mau bupati, tetapi bupati mau melindungi masyarakatnya supaya tidak kena virus corona ini lagi,” tuturnya. “Masyarakat jangan panik, pasar, toko, warung saya masih memberi kebijakan tetap buka, tetapi jam operasionalnya dikurangi. Kita pemerintah sudah himbau jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, jangan keluar rumah kalau tidak penting tapi masih saja dilanggar, termasuk main-main judi Togel, minum mabuk dan lain-lain. Tolong bantu kami pemerintah, lakukan aktifitas di rumah saja tidak usah melawan-melawan,” pungkasya. (cad)