Bupati Douw Apresiasi Kunjungan Presiden Jokowi
NABIRE – Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, Bupati Nabire Isaias Douw, didamping Wakil Bupati Amirullah Hasyim memberi apresiasi
Bagikan
NABIRE – Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, Bupati Nabire Isaias Douw, didamping Wakil
Bupati Amirullah Hasyim memberi apresiasi yang tinggi dan mengucapkan banyak
terima kasih atas kunjungan Presiden Joko Widodo beserta rombongan kemarin. Dimana, Bupati Isaias Douw, kepada media ini usai mengantar rombongan presiden di areal
Bandara Nabire, Kamis siang, dengan nanda ria gembira menyampaikan selama 2
hari kunjungan Presiden Jokowi banyak manfaat yang akan dipetik Kabupaten
Nabire kedepan. Diantaranya, jelas Isaias, pertama soal pembangunan Bandara Douw Atarure di Kalidiri Distrik
Wanggar. Beliau (pak Jokowi), kata bupati, menyampaikan dukungan untuk segera
diselesaikan pembangunan hingga tahun 2019 mendatang. Kedua, soal listrik. Dengan telah diresmikannya PLTMG 20 Mega Waat (MW) tentunya Nabire
kedepan tidak mengalami defisit kelistrikan, apalagi peresmian kemarin
dibarengi dengan peresmian PLTMG 50 MW di Jayapura. “Nabire dapat perhatian
serius oleh beliau, ini yang patut kita syukuri apalagi soal pemekaran Papua
Tengah, pak Presiden Jokowi sangat welcome atau menyambut baik. Semoga ini
semua dapat terealisasi di tahun 2019 mendatang, termasuk soal pelabuhan laut,”
ungkapnya. Selain beberapa hal tersebut, tambah bupati 2 periode ini, terkait dengan Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Nabire yang diresmikan tadi (Kamis kemarin, red). Ini semua,
tentunya untuk mempersiapkan Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah. Banyak harapan dan keinginan yang disampaikan bupati asal Pudu ini, dengan nada ria, orang
nomor 1 Nabire ini menegaskan, kita semua yang ada di daerah ini harus bersatu,
jangan membeda-bedakan suku, agama dan budaya. Nabire adalah Indonesia kecil
menuju provinsi Papua Tengah. “Kita sudah layak berpisah atau lepas dari Provinsi Papua. Kita harus mendukung program
pemerintah baik ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten hingga di
kampung-kampung. Papua tengah yes,” pungkasnya.(wan)
Bagikan artikel ini



