Bupati Dogiyai Tinjau SMK Dogiyai
DOGIYAI - SMK YPPGI Dogiyai telah melaksanakan ujian tiga kali. Sekolah yang memiliki dua program keahlian ini, yakni Ahli/bisnis Ternak Un
Bagikan
DOGIYAI - SMK YPPGI Dogiyai telah melaksanakan ujian tiga kali. Sekolah yang memiliki dua
program keahlian ini, yakni Ahli/bisnis Ternak Unggas (ATU) dan bidang Ahli
bisnis Tanaman Pangan (ATPH), sebagai praktek sudah memiliki dua lahan. Warga
setempat sudah menyerahkan kepada sekolah sebagai tempat praktek. Sedangkan
satu masih belum dibuka kebun, nantinya akan dibuka kemudian. “Sekolah kami biasa praktek, sedangkan untuk kegiatan Prakerin biasanya dalam satu tahun
sekali. Kalau keluar daerah paling lama enam bulan,” ujar Kepala SMK YPPGI
Dogiyai Benyamin Keiya, S.d, ketika melaporkan kepada Bupati Dogiyai Yakobus
Dumapa, S.P, didamping pihak Dinas Pendidikan Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd dan
Sekretaris Anton Degei beberapa waktu lalu. Bupati Dumupa itu memantau ujian sekolah, berkaitan langsung dengan permasalahan yang sedang
terjadi sekarang ini. Sekolah yang statusnya berakreditasi ini dari dua jurusan
mendapat nilai ‘B’ itu setelah mendapat penjelasan dari kepala sekolah, Bupati
Dogiyai berpesan, SMK harus bisa dari dua jurusan. Alasanya, terang Dumupa, karena cocok untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dan ada yang bisa
melamar pekerjaan CPNS. “Ada tiga
kabupaten yang akan menerima pegawai baru, sementara di Kabupaten Dogiyai
pelamar melengkapi kartu putih, sedangkan masalah sekolah SMK yang sedang
terjadi itu sesuai aturan akan diselesaikan. Secara nasional kalau di propinsi
ada Pergub yang akan mengaturnya,” ujar Bupati Dogiyai pada kesempatan itu. Dari jurusan pertanian sedang kemarin ikut ujian ada
16 siswa, sedang jurusan ternak 18 siswa dengan jumlah keseluruhan 34 siswa.
Kebutuhan sekolah, Benyamin Keiya melaporkan kepada Bupati juga kepada Dinas
Pendidikan Dogiyai, masih banyak yang membutuhkan sarana dan prasarana termasuk
guru. Dari dua bidang itu, menurut Benyamin, dua SMK Dogiyai dinilai tepat sebagai daerah yang
tanahnya subur. Kedepan bisa pula dicanangkan menjadi lumbung bidang pertanian.
Generasi muda Dogiyai akan didik menjadi tenaga ahli bidang pertanian dan
perikanan, maka dirinya berkeinginan besar melalui sarana dan prasarana
termasuk tenaga pendidik. “Kami sangat dibutuhkan untuk menyiapkan tenaga jebolan SMK Dogiyai mesti bisa. Wujudkan
Dogiyai bahagia. Dogiyai harus ada buah-buahan menghiasi, termasuk sayuran
melalui kebun. Pangan kebutuhan akan daging
metode unggas vitamin kelinci, ayam kampung, bebek dan babi. Dibina ini
disiapkan sebagai tenaga eksekutor bukan sekedar sosialisasi. Kelompok ini
harus ada melalui kelompok kerja di sekolah, yakni SMK Dogiyai,” ujarnya. (don)
Bagikan artikel ini



