NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran TNI dan Polri atas peran aktif serta dedikasi mereka dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. 

Pernyataan tersebut disampaikannya secara langsung saat ditemui oleh sejumlah awak media usai memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat daerah yang berlangsung di Islamic Center, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, pada Selasa (19/05/2026). 

Dalam kesempatan itu, Bupati Nabire menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kondusif di wilayahnya.

Mesak mengungkapkan, pengawasan dan kontrol keamanan yang dilakukan oleh personel TNI-Polri selama ini telah memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di tengah masa transisi penataan daerah. Kehadiran aparat dinilai sangat vital dalam mengawal setiap dinamika sosial dan pembangunan di Papua Tengah. Oleh karena itu, apresiasi tinggi patut diberikan kepada seluruh jajaran komando teritorial dan kepolisian yang terus bersiaga menjaga ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Nabire.

Menurut Bupati Nabire, pentingnya menjaga stabilitas keamanan ini tidak lepas dari status Nabire yang kini menyandang posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah. 

Berada di posisi geografis yang krusial, Nabire secara otomatis menjelma sebagai kota sentral yang menopang kehidupan masyarakat di beberapa kabupaten di sekitarnya. Peran sentral tersebut bukan sekadar status administratif, melainkan fungsi nyata yang memengaruhi denyut nadi perekonomian dan sosial di wilayah pegunungan maupun pesisir Papua.

Lebih lanjut, Mesak menjelaskan bahwa peran sentral Nabire terlihat sangat jelas dari fungsinya sebagai pusat distribusi logistik serta pusat pelayanan kesehatan rujukan utama. Berbagai pasokan kebutuhan pokok dan sembako untuk kabupaten-kabupaten tetangga sebagian besar disuplai dari Nabire. Begitu pula di sektor kesehatan, apabila terdapat pasien dari fasilitas kesehatan luar daerah yang memerlukan penanganan medis spesifik dan tidak dapat diatasi di wilayah asal, mereka akan segera dilarikan ke rumah sakit di Nabire yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Mengingat statusnya yang sangat vital bagi kelangsungan hidup masyarakat di Provinsi Papua Tengah, Mesak menegaskan kondisi keamanan di Nabire harus benar-benar terkontrol dan diprioritaskan. Gangguan keamanan sekecil apa pun di kota ini dipastikan akan berdampak sistemik pada wilayah sekitarnya. 

Guna mengantisipasi potensi kerawanan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan terintegrasi telah bergerak cepat dengan memetakan wilayah-wilayah berdasarkan tingkat kerawanan sosial yang ada.

Dalam skema proteksi yang telah disusun tersebut, wilayah Kabupaten Nabire dikategorikan secara detail menjadi tiga bagian, yaitu zona hijau yang relatif aman, zona kuning yang memerlukan kewaspadaan serta zona merah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. 

Berdasarkan hasil pemetaan berkala, kawasan Wonorejo, Nabire Barat serta jalur strategis yang membentang mulai dari Wadio hingga ke arah Topo saat ini ditetapkan sebagai kawasan prioritas keamanan yang memerlukan perhatian dan pengawasan ekstra dari petugas gabungan.

Melalui penerapan zonasi keamanan ini, stabilitas serta kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan publik di ibu kota provinsi yang baru diharapkan dapat berjalan optimal tanpa hambatan berarti. 

Di akhir penyataannya, Bupati Mesak Magai memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dua arah dan berkoordinasi secara intensif dengan aparat TNI-Polri demi memantau setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan secara real-time.(amd)