BALI – Sepak terjang dalam memimpin Kabupaten Intan Jaya, Bupati Aner Maisini, S.Kom, SH, MH, tidak bisa dipandang sebelah mata. Dedikasi dan kepemimpinan yang terbilang masih ‘seumur jagung’ patut diacungi jempol. Apresiasi tinggi diberikan kepada Bupati Intan Jaya, Aner Maisini dengan predikat “The Best 2025 Most Inspiring in Connectivity People Inspiration.” Penghargaan dari The ONE Magazine ini diserahkan langsung oleh Ibu Indah, perwakilan dari The ONE Magazine, dalam acara penghargaan yang digelar di Swiss-Belhotel Rainforest, Bali, Jumat (27/6/2025).

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan pendekatan kepemimpinan Aner Maisini yang dinilai mampu menjalin konektivitas sosial dengan masyarakat dan merangkul berbagai lapisan masyarakat secara inklusif. Sosoknya dianggap sebagai teladan pemimpin yang inspiratif, yang selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

“Terima kasih kepada The ONE Magazine yang telah memberikan penghargaan ini kepada kami. Sebagai Bupati Intan Jaya, saya tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan seperti ini. Kami terpilih oleh rakyat untuk melayani, dan penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya dan tim untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aner Maisini.

Ditambahkan, penghargaan ini akan menjadi energi tambahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Lebih lanjut dikatakan Aner Maisini, walaupun daerahnya akhir-akhir ini dilanda masalah, tetapi ada yang memantau aktifitasnya. Dan dirinya dipilih menerima penghargaan ini, dan dirinya persembahkan untuk masyarakat Intan Jaya. Dan dirinya mengajak masyarakat ikut menciptakan situasi yang aman untuk bangun daerah. 

Bupati Aner menjelaskan, penghargaan diberikan atas kontribusi, pengabdian, pencapaian kinerja, dedikasi dan prestasi kepemimpinan dalam melakukan program kemasyarakatan yang bersinergi dengan program pemerintahan pusat dan daerah.

Dijelaskan yang dilakukan adalah penyalaan listrik PLN di Intan Jaya, setiap hari Jumat berbelanja pangan lokal dari mama-mama pasar lokal, turun ke delapan distrik se-Intan Jaya untuk menjaring aspirasi masyarakat demi pembangunan, membuka akses jalan Paniai-Intan Jaya (sedang dikerjakan), bentuk komunitas ojek, komunitas guru asli untuk aktifkan kembali sekolah-sekolah di daerah terisolir, penegakkan disiplin ASN, pembayaran TPP harus di Sugapa, dan masih banyak hal lainnya. (media online humas)