NABIRE - Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos, M.Si mengatakan, buah penginjilan roh kudus yang dilakukan oleh para penginjil tua Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua semenjak Sendeling, secara khusus di Kabupaten Paniai (kini Nabire, red), ada pada 3 tempat. 

Tempat pertama terletak di Kampung Unipo (Siriwo, red) dan Monopura. Kampung kedua adalah Suwou di seputar SP 4 Topo Distrik Uwapa dan tempat penginjilan ketiga di Kampung Ororo, Kunupi dan Waisai.

Pada saat penginjil-penginjil tua ini memberitakan ijil kebenaran Firman Allah (Pos Pelayanan Penginjilan, red), mereka juga ditugaskan untuk membuka pelayanan pendidikan. Dan semua lembaga pendidikan itu langsung bernaung di pawah payung hukum Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) yang merupakan anak kandung dari Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

Dan pada tiga tempat penginjilan yang telah dibuka oleh para penginjil tua, hanya di Kampung Ororodo yang hingga saat ini ada satu SD YPK. Dengan demikian yayasan YPK merupakan yayasan tertua yang merupakan asset dan anak kandung dari GKI.

“Perintisan penginjilan yang dilaksanakan oleh para penginjil itu satu paket dengan pendidikan YPK. Sehingga pada saat itu para penginjil membuka pos pelayanan penginjilan sekaligus gereja juga diminta untuk membuka sekolah-sekolah bagi anak-anak masyarakat sebagai langka awal dengan YPK merupakan asset terbesar bagi GKI,” ujar Bupati Mesak Magai kepada Papuapos Nabire, Minggu (16/1/22) di seputar Kampung Waharia.

Kata dia, meskipun YPK merupakan asset dari GKI, tetapi YPK juga merupakan mitra dari pemerintah yang selama ini masih eksis dan setia memberikan pelayanan bagi anak-anak masyarakat yang berada di pesisir dan kepulauan melalui bidang pendidikan. 

“Selaku Bupati Nabire dan alumni SMA YPK, saya mengajak semua umat Tuhan yang ada di GKI dan para guru yang bertugas di YPK, untuk bergandengan tangan membuat yang terbaik bagi YPK. Karena YPK telah melahirkan orang–orang hebat dan pintar di negeri ini,” ujarnya. (des)