BPS Perkirakan Bulan Ramadhan Terjadi Lonjakan Harga Barang
NABIRE – Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire memperkirakan di bulan Ramadhan tahun ini terjadi lonjakan harga-harga barang di pasaran. Kenaikan harga barang, seperti daging, cabe, tomat dan komoditas lainnya itu, lantaran banyak dicari masyarakat jelang lebaran atau persiapan Hari Raya Idul Fitri.

NABIRE – Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire memperkirakan di bulan Ramadhan tahun ini terjadi lonjakan harga-harga barang di pasaran. Kenaikan harga barang, seperti daging, cabe, tomat dan komoditas lainnya itu, lantaran banyak dicari masyarakat jelang lebaran atau persiapan Hari Raya Idul Fitri.
Kepala BPS Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, S.ST, menjelaskan, bulan ramadhan ini bisa saja terjadi lonjakan harga barang-barang tersebut, karena menjelang idul fitri. “Harga awalnya turun, bisa jadi akan naik,” ucapnya.
Dan hal ini harus menjadi perhatian bersama kedepan, agar pemangku kepentingan bisa mengambil kebijakan, agar di Nabire Provinsi Papua Tengah, tidak terjadi inflasi.
Terang Ginting saat ditemui di ruang kerja, Selasa (4/03/2025), di Nabire sudah deflasi, yaitu terjadi penurunan harga-harga barang, sedangkan kalau inflasi, maka Nabire mengalami kenaikan harga barang-barang.
Artinya, inflasi di Nabire menurun. Pada Desember 2024 terjadi inflasi Year on Year (Y-on-Y) sebesar 1,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,85.
Inflasi Y-on-Y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,13 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen.
Lanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,69 persen. Kelompok kesehatan sebesar 1,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 3,06 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,96 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,77 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,38 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,29 persen.
Imbuhnya, tingkat inflasi Month to Month (M-to-M) Kabupaten Nabire bulan Desember 2024 sebesar 0,09 persen dan tingkat inflasi year to date sebesar 1,86 persen.
Ginting menambahkan, terkait jumlah penduduk real time dari BPS, itu sensus dari 2010, 2020 dan nanti 2030 kedepan, namun ini masih bersifat proyeksi.
Dan proyeksi BPS itu sebesar 76.930 jiwa. Ini mengalami peningkatan 0,9 persen dibanding tahun lalu 2024. “Jadi hasil peningkatannya masih dalam kendali, ini baru hasil proyeksi atau perkiraan penduduk. Untuk mengetahui secara pastinya di dinas kependudukan, tapi sekali lagi ini hanya angka proyeksi perkiraan,” tandasnya.(feb)
Bagikan artikel ini



